bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bahaya Penggunaan Starting Fluid pada Mesin Diesel, Risiko Kerusakan Fatal

Redaksi 03 Mei 2026 20 views
Bahaya Penggunaan Starting Fluid pada Mesin Diesel, Risiko Kerusakan Fatal
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, penggunaan cairan starter (starting fluid), termasuk eter, pada mesin diesel umumnya sangat tidak disarankan karena berisiko tinggi menyebabkan detonasi atau ledakan prematur yang dapat berakibat fatal pada mesin.

Cairan starter adalah senyawa yang sangat mudah menguap dan terbakar, biasanya dikemas dalam bentuk semprotan aerosol. Fungsinya adalah membantu menghidupkan mesin dengan memfasilitasi pembakaran, dan umumnya ditujukan untuk mesin bensin. Meskipun beberapa label mungkin menyatakan aman untuk mesin diesel, faktanya tidak demikian.

Perbedaan mendasar cara kerja mesin diesel dan bensin menjadi penyebab utama risiko ini. Mesin diesel tidak memiliki mekanisme untuk mengontrol pembakaran bahan bakar saat terkompresi bersama udara. Pembakaran terjadi secara spontan begitu campuran mencapai titik nyala (flash point).

Cairan starter, seperti dietil eter, memiliki titik nyala yang lebih rendah dibandingkan solar. Hal ini menyebabkan campuran udara-bahan bakar dapat terbakar sebelum langkah kompresi piston selesai. Akibatnya, piston dan komponen mesin lainnya akan menyerap energi dari peristiwa pra-pembakaran ini, yang dikenal sebagai detonasi.

Detonasi dapat menyebabkan kerusakan mesin yang parah, termasuk piston pecah, pin piston rusak, batang penghubung (connecting rod) patah, blok mesin retak, hingga paking kepala silinder (head gasket) jebol, seperti yang dilaporkan oleh Diesel Hub.

Namun, terdapat pengecualian di mana cairan starter bisa digunakan pada mesin diesel. Menurut Diesel Hub, ini hanya diperbolehkan jika pabrikan secara eksplisit menyatakan keamanannya. Biasanya, ini berlaku untuk mesin berusia lebih dari 20 tahun, yang tidak menggunakan busi pijar (glow plugs) untuk membantu start-up, dan memiliki rasio kompresi yang relatif rendah. Contohnya adalah kendaraan diesel tua, truk, atau peralatan pertanian lawas.

Artikel tersebut menekankan bahwa penggunaan cairan starter pada mesin diesel modern sangat berisiko dan dapat menyebabkan mesin mengalami detonasi. Penulis juga menyanggah klaim beberapa orang yang menggunakan cairan starter pada mesin diesel modern saat cuaca sangat dingin, menyebut mereka sebagai orang yang sembrono atau berbohong di internet.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.