bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 00:59 WIB

Bank Jakarta Luncurkan Empat Strategi Tingkatkan Inklusi Keuangan dan Investasi Ibu Kota

Redaksi 06 Juni 2026 11 views
Bank Jakarta Luncurkan Empat Strategi Tingkatkan Inklusi Keuangan dan Investasi Ibu Kota
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Bank Jakarta telah merancang empat strategi kunci untuk mendukung transformasi Jakarta menjadi kota dengan sistem keuangan yang lebih inklusif dan terhubung. Inisiatif ini mencakup perluasan jangkauan inklusi keuangan, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peningkatan akses pembiayaan perumahan, serta penguatan iklim investasi di ibu kota.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menyatakan bahwa tantangan utama Jakarta ke depan tidak hanya pada pembangunan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga memastikan seluruh penduduk memiliki akses yang setara terhadap peluang ekonomi. Menurutnya, Jakarta sudah memiliki banyak gedung, jalan, dan teknologi, namun yang perlu diperkuat adalah konektivitas antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat.

Agus menjelaskan, Bank Jakarta berupaya berperan sebagai penghubung dalam ekosistem pembangunan kota. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta memposisikan diri sebagai sistem pendukung keuangan yang menjembatani warga, pelaku usaha, pemerintah, dan investor.

Perluasan inklusi keuangan menjadi prioritas utama karena masih ada sebagian masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal, sehingga membatasi akses mereka terhadap berbagai peluang ekonomi. "Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan," ujar Agus.

Bank Jakarta juga akan meningkatkan dukungannya bagi UMKM melalui penyediaan akses pembiayaan, fasilitasi digitalisasi usaha, dan perluasan pasar. Agus menekankan bahwa pelaku usaha kecil memerlukan dukungan yang lebih komprehensif untuk berkembang dan meningkatkan daya saing. "UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan," katanya.

Di sektor perumahan, Bank Jakarta akan memperkuat akses pembiayaan untuk kepemilikan hunian. Langkah ini dianggap krusial mengingat masih banyak generasi muda yang menghadapi kendala dalam memiliki rumah yang terjangkau di Jakarta. "Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta," ujar Agus.

Strategi keempat adalah memperkuat kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jakarta. Agus menambahkan bahwa pembangunan kota global memerlukan dukungan investasi yang berkelanjutan dan tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa peran Bank Jakarta lebih dari sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, melainkan menjadi penghubung dalam satu ekosistem kota.

Agus menambahkan, transformasi digital harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dengan teknologi yang berfungsi sebagai sarana untuk memperluas kesempatan ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan keluarga muda. Ia menilai peran BUMD kini telah berkembang menjadi penggerak ekosistem pembangunan yang mendorong pemerataan kesempatan ekonomi. "Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan oleh warganya. Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan," pungkasnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.