bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:48 WIB

BMKG: Delapan Wilayah Berpotensi Hujan di Tengah Musim Kemarau

Redaksi 11 Juli 2026 22 views
BMKG: Delapan Wilayah Berpotensi Hujan di Tengah Musim Kemarau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa delapan wilayah di Indonesia masih memiliki potensi hujan pada Sabtu, 11 Juli 2026, meskipun sebagian besar wilayah sudah memasuki musim kemarau.

Menurut prakiraan cuaca BMKG untuk periode 10-16 Juli 2026, kondisi umum di Indonesia cenderung didominasi oleh penurunan potensi curah hujan. Pada Dasarian II Juli 2026, diperkirakan sebagian besar wilayah akan mengalami curah hujan kategori rendah. Rinciannya, 0,04 persen wilayah diprakirakan bercurah hujan tinggi, 7,32 persen menengah, dan 92,64 persen rendah.

Meskipun demikian, BMKG mengingatkan bahwa beberapa fenomena atmosfer masih berpotensi mendukung pembentukan awan hujan, baik secara lokal maupun regional. Salah satu faktor pendukung adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan Gelombang Rossby Ekuator. Fenomena ini diperkirakan aktif di sekitar Samudra Hindia timur laut hingga utara Aceh, Laut Andaman, Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Sulawesi, Filipina bagian selatan, serta Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Selain itu, Siklon Tropis Bavi yang berada di Laut Filipina sebelah utara Papua Barat, meski bergerak menjauhi Indonesia, dapat memberikan dampak tidak langsung. Keberadaannya berpotensi membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Filipina utara Papua Barat, Laut Sulu, Laut Halmahera bagian utara, serta area di sekitar sistem siklon tersebut. Sistem ini juga mendukung terbentuknya low level jet di Samudra Pasifik utara hingga timur Filipina, yang dapat meningkatkan kecepatan angin di wilayah sekitarnya.

Delapan wilayah yang diprediksi berpotensi hujan adalah Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.