bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa beberapa wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan pada Minggu, 6 September, meskipun mayoritas daerah tengah dilanda musim kemarau.
BMKG menjelaskan bahwa meskipun musim kemarau masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia, hal tersebut tidak sepenuhnya menghalangi terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di beberapa daerah.
Secara umum, aktivitas pertumbuhan awan hujan di Indonesia diprakirakan masih rendah. Namun, beberapa wilayah memiliki peluang pertumbuhan awan pada kategori sedang hingga tinggi, meliputi Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, dan Papua bagian utara.
BMKG juga menginformasikan bahwa pada periode 4-10 September, Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial aktif di sekitar pesisir utara Aceh, Maluku bagian timur, Laut Arafuru bagian tengah hingga timur, serta sebagian besar Papua. Sementara itu, Gelombang Kelvin diprediksi aktif melintasi wilayah luas mulai dari Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Dukungan pembentukan awan hujan juga datang dari daerah perlambatan angin atau konvergensi yang diprediksi terbentuk di Sumatera Selatan hingga Jambi, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan. Selain itu, daerah pertemuan angin atau konfluensi diperkirakan terbentuk di perairan barat dan utara Aceh.
Kondisi labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diprediksi terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.
BMKG menyatakan bahwa kombinasi dinamika tersebut masih dapat memicu pengumpulan dan pengangkatan massa udara, sehingga hujan secara lokal dengan intensitas bervariasi masih berpeluang terjadi di sebagian Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian tengah, dan Papua bagian utara. Meskipun demikian, hujan diprakirakan cenderung bersifat sporadis dan berdurasi relatif singkat di tengah dominasi kondisi kering yang masih berlangsung.