bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa beberapa wilayah di Indonesia masih memiliki potensi hujan pada hari ini, Jumat (10/7). Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprediksi terjadi, terutama di wilayah timur Indonesia, meskipun musim kemarau semakin meluas.
Menurut BMKG, prospek cuaca Indonesia selama seminggu ke depan menunjukkan tren penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah. Pada Dasarian I Juli 2026, sekitar 72,19 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan rendah, sementara 27,8 persen lainnya berada dalam kategori menengah. Tidak ada wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi atau sangat tinggi.
Potensi hujan yang masih ada ini disebabkan oleh aktivitas gelombang atmosfer di Indonesia. Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif di fase 7 berpotensi memengaruhi wilayah pesisir utara Aceh.
Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial juga diperkirakan memengaruhi kondisi atmosfer di Sumatra Selatan, Lampung, Jawa bagian barat, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Tenggara. Hal ini berpotensi menyebabkan pertumbuhan awan hujan secara lokal di beberapa daerah tersebut.
Aktivitas sirkulasi siklonik juga diprediksi terjadi di sekitar pesisir Sumatra Selatan dan pesisir barat Sumatra. Fenomena ini berpotensi menciptakan daerah perlambatan dan belokan angin di wilayah sekitarnya.
Perlambatan, pertemuan, dan belokan angin juga diperkirakan terbentuk di Sumatra Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat. BMKG menyatakan bahwa faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan pengangkatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan, sehingga tetap menyebabkan potensi hujan di sejumlah wilayah meskipun Indonesia sedang dalam periode musim kemarau.