bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 02:33 WIB

BNI Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup

Redaksi 05 Juni 2026 5 views
BNI Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI merayakan Hari Lingkungan Hidup Internasional yang diperingati setiap 5 Juni dengan mengusung tema global "#NowForClimate". Tema ini menjadi pengingat akan isu perubahan iklim sebagai tanggung jawab bersama dan momentum untuk memperkuat komitmen serta aksi nyata dalam menghadapi krisis lingkungan global yang meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.

Indonesia sendiri mengusung tema nasional "Saatnya Bekerja untuk Iklim", yang menekankan pentingnya aksi nyata dalam pelestarian lingkungan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Semangat ini selaras dengan komitmen BNI untuk mendorong implementasi prinsip keberlanjutan melalui tiga pilar utama: Sustainability Finance untuk aspek bisnis, Corporate Sustainability untuk operasional, serta Inklusi & Resilien untuk pemberdayaan masyarakat dan ketahanan lingkungan.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa sektor perbankan memegang peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan melalui pembiayaan yang bertanggung jawab dan program-program yang berdampak positif, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). BNI meyakini pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersamaan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, sehingga terus memperkuat program keberlanjutan dan mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Untuk mendukung target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat, BNI telah menetapkan target NZE scope 1 & 2 pada 2028 dan NZE scope 3 (termasuk pembiayaan) pada 2060. Guna mencapai target tersebut, BNI memperkuat implementasi prinsip ESG melalui berbagai inisiatif operasional dan bisnis. Dalam aspek bisnis, BNI menyelaraskan penilaian debitur dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), terutama pada sektor energi, konstruksi, real estat, transportasi, logistik, kehutanan, dan perkebunan. Bank ini juga mengembangkan pembiayaan hijau, pembiayaan transisi melalui Sustainability Linked Loan (SLL), dan telah menerbitkan Sustainability Bond pada 2025.

BNI juga turut mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi praktik bisnis ramah lingkungan melalui program Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK) dan BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI). Kedua program ini bertujuan memberdayakan UMKM dengan membangun ekosistem ekonomi hijau yang berorientasi ekspor, mendorong proses hijau, serta menghasilkan produk hijau yang bernilai tambah dan kompetitif di pasar global.

Pada aspek operasional, BNI memperkuat budaya kerja berkelanjutan dengan menjalankan program efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, pengurangan penggunaan kertas, dan pengembangan pengelolaan limbah operasional dengan prinsip Zero Waste to Landfill untuk menekan emisi karbon. Saat ini, 100 persen limbah operasional di Gedung Kantor Pusat BNI telah diolah melalui proses daur ulang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.