bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 10:35 WIB

Cadangan Minyak Terbesar Dunia di Venezuela Sebaiknya Dibiarkan Saja Karena Dampak Lingkungan

Redaksi 04 Mei 2026 8 views
Cadangan Minyak Terbesar Dunia di Venezuela Sebaiknya Dibiarkan Saja Karena Dampak Lingkungan
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Minyak bumi masih menjadi komoditas penting dalam kehidupan modern, mulai dari barang sehari-hari hingga industri otomotif. Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, mencapai 19,4% dari total cadangan global. Namun, dilansir dari jalopnik.com, negara ini hanya memanfaatkan sebagian kecil dari potensi sumber daya alamnya yang diperkirakan mencapai 303 juta barel.

Jumlah tersebut setara dengan nilai sekitar 33,3 miliar dolar AS, dengan asumsi harga minyak saat ini sekitar 112 dolar AS per barel. Angka ini berpotensi berfluktuasi signifikan mengingat kondisi global yang dinamis. Meskipun memiliki cadangan melimpah, Venezuela tidak banyak mengeksploitasinya karena berbagai faktor lingkungan yang dianggap lebih berat daripada keuntungan ekonomi.

Cadangan minyak Venezuela terletak di Orinoco Belt, yang juga merupakan jalur aliran Sungai Orinoco sebelum bermuara di Samudra Atlantik. Pengeboran di wilayah ini berisiko menimbulkan dampak ekologis yang parah, termasuk potensi tumpahan minyak yang dapat merusak habitat alami berbagai spesies seperti lumba-lumba, jaguar, burung makaw, dan sekitar 1.500 spesies ikan.

Selain ancaman terhadap keanekaragaman hayati, minyak mentah Venezuela sendiri memiliki karakteristik yang lebih sulit diolah. Minyak ini dikategorikan sebagai salah satu yang paling kotor dan kaya karbon, membuatnya kental dan lengket. Proses ekstraksi dan pemurniannya membutuhkan teknologi lebih canggih dan menghasilkan emisi karbon yang tinggi.

Analisis ClimatePartner yang dipublikasikan The Guardian menyebutkan bahwa pemrosesan minyak Venezuela hingga siap jual dapat menghabiskan 13% dari anggaran karbon dunia. Anggaran ini merupakan batas emisi yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris untuk mencegah kenaikan suhu global melebihi 1,5 derajat Celsius.

Aspek transportasi minyak juga menambah daftar panjang dampak lingkungan. Pembangunan dan pemeliharaan jaringan pipa yang ekstensif serta peningkatan lalu lintas kapal tanker di laut berisiko meningkatkan potensi kecelakaan dan pencemaran laut.

Meskipun dampak negatif paling dirasakan oleh Venezuela, negara lain, termasuk Amerika Serikat, juga akan menanggung konsekuensinya. Wilayah Pesisir Teluk AS yang kemungkinan menjadi lokasi pemurnian minyak mentah ini akan menghadapi peningkatan risiko kesehatan bagi masyarakat lokal, seperti angka kasus kanker, penyakit jantung, dan masalah reproduksi yang lebih tinggi.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.