bytedaily - Menurut laporan TechCrunch, Chief Operating Officer (COO) Redwood Materials, Chris Lister, akan pensiun dari perusahaan daur ulang baterai tersebut. Kepergian Lister terjadi di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan restrukturisasi yang dialami perusahaan.
Lister, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden dan memimpin operasi di Gigafactory Tesla di Nevada, telah bergabung dengan Redwood sejak akhir tahun 2023. Awalnya ia menjabat sebagai Chief Supply Chain Officer, sebelum dipromosikan menjadi COO pada tahun 2024. Posisi ini menempatkannya lebih dekat dengan pendiri dan CEO Redwood, JB Straubel, yang dikenal sebagai mantan Chief Technology Officer Tesla dan masih menjadi anggota dewan direksi produsen mobil listrik tersebut.
Kabar pensiun Lister disampaikan kepada karyawan beberapa hari setelah TechCrunch memberitakan bahwa Redwood Materials melakukan PHK terhadap sekitar 10% karyawannya, atau sekitar 135 orang. PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi yang bertujuan untuk mendukung bisnis penyimpanan energi perusahaan yang sedang berkembang.
Dalam sebuah email kepada karyawan yang dilihat TechCrunch, Straubel menjelaskan bahwa restrukturisasi ini akan membantu mendukung pertumbuhan bisnis penyimpanan energi perusahaan. Diketahui, Redwood baru-baru ini menjalin kesepakatan dengan produsen mobil Rivian dan perusahaan kecerdasan buatan Crusoe untuk menyediakan baterai rekondisi yang dapat digunakan untuk penyimpanan energi skala besar.
Selain Lister, beberapa eksekutif lain juga dilaporkan telah meninggalkan Redwood. Bradley Mayhew, wakil presiden rantai pasok terintegrasi Redwood dan mantan karyawan Tesla, meninggalkan perusahaan bulan ini. Guillermo Urquiza, wakil presiden rekayasa mekanik Redwood yang juga mantan karyawan Tesla, keluar pada bulan Maret. Carlos Lozano, wakil presiden manufaktur, pindah ke Panasonic awal tahun ini untuk memegang peran kepemimpinan.
Redwood menolak berkomentar secara spesifik mengenai kepergian para eksekutif tersebut. Namun, Straubel dalam emailnya kepada seluruh staf menyatakan upaya untuk mengurangi lapisan manajemen di perusahaan. Ia menambahkan bahwa beberapa bagian perusahaan telah berkembang lebih cepat dari yang dibutuhkan dan ia sangat optimis dengan arah perusahaan ke depan dalam membangun bisnis material kritis dan penyimpanan energi yang paling terintegrasi dan hemat biaya di dunia.
"Kami yakin dapat menyelesaikan proyek-proyek penting kami dengan tim yang lebih kecil dan lebih fokus," tulis Straubel. "Kami telah berhasil beradaptasi dengan perubahan pasar yang telah membuat banyak pesaing kami bangkrut."
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.