bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, startup kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, dilaporkan tengah dalam proses pengembangan chip AI mereka sendiri. Keputusan strategis ini diambil untuk mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pasokan chip dari Nvidia dan Huawei, yang selama ini menjadi tulang punggung operasional dan pelatihan model AI mereka.
Menurut informasi dari tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, chip yang sedang dikembangkan ini akan difokuskan pada proses inference. Tahap inference ini merujuk pada komputasi yang dilakukan oleh model AI yang sudah terlatih untuk menghasilkan respons atau jawaban bagi pengguna, bukan untuk proses pelatihan model baru.
Jika proyek pengembangan chip ini berhasil, langkah DeepSeek ini akan menandai pergeseran strategi yang signifikan dalam ekspansi perusahaan ke sektor semikonduktor. Hal ini juga berpotensi memicu persaingan yang lebih ketat di antara raksasa teknologi domestik China, termasuk Huawei.
DeepSeek sendiri telah menarik perhatian global sejak setahun lalu setelah berhasil merilis dua model AI yang sangat efisien. Selama ini, fokus utama perusahaan lebih pada inovasi model AI dibandingkan komersialisasi teknologi secara langsung.
Meskipun performa chip AI buatan Huawei masih tertinggal dibandingkan dengan chip tercanggih dari Nvidia, sanksi blokade ekspor dari Amerika Serikat justru memberikan keuntungan bagi Huawei. Perusahaan ini berhasil mendominasi hampir separuh pasar chip AI domestik China yang bernilai US$50 miliar dan menjadi pemasok utama bagi DeepSeek serta beberapa perusahaan teknologi besar lainnya.
Namun, dominasi Huawei mulai menghadapi tantangan seiring dengan langkah kompetitor lokal seperti Alibaba dan Baidu yang juga mengembangkan chip AI mandiri untuk mengamankan pangsa pasar mereka.
Proyek pengembangan chip DeepSeek dilaporkan masih berada pada tahap awal. Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini telah menjajaki diskusi dengan mitra eksternal, termasuk perusahaan desain chip dan produsen memori, sejak setahun lalu. Selain itu, DeepSeek juga dilaporkan aktif merekrut insinyur desain chip dalam beberapa bulan terakhir melalui proses rekrutmen tertutup.
Dengan mengembangkan chip sendiri, DeepSeek meniru jejak pengembang AI global lainnya yang berupaya mengontrol penuh infrastruktur perangkat keras mereka dan meminimalkan ketergantungan pada Nvidia. OpenAI, misalnya, baru-baru ini memperkenalkan chip inference khusus pertama mereka, Jalapeno, yang dikembangkan bersama Broadcom. Anthropic juga dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah serupa.
Bagi DeepSeek, pengembangan chip mandiri memiliki dimensi strategis yang lebih luas. Aturan kontrol ekspor dari AS yang membatasi akses perusahaan China terhadap chip Nvidia, ditambah dengan dorongan Beijing untuk menciptakan alternatif teknologi dalam negeri, menjadikan langkah ini semakin krusial.
Sebelumnya, DeepSeek mengandalkan kombinasi chip Nvidia dan Huawei. Model dasar R1, yang sempat menggemparkan pasar teknologi AS pada Januari 2025, awalnya dilatih menggunakan chip Nvidia H800, yang kemudian ikut dilarang oleh Washington pada akhir 2023. Sejak larangan tersebut, DeepSeek semakin bergantung pada Huawei, dan pada April lalu, mereka merilis model V4 yang dioptimalkan untuk chip Huawei Ascend, dengan prosesor Huawei yang dikonfirmasi digunakan dalam pelatihan V4-Flash.