bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, Deutsche Bank pada 22 Mei 2026 menaikkan target harga saham Star Bulk Carriers Corp. (NASDAQ:SBLK) menjadi $32 dari sebelumnya $31, serta mempertahankan peringkat 'Buy' untuk saham tersebut. Deutsche Bank menyebutkan perbaikan pasar komoditas curah kering (dry bulk) sebagai faktor utama, menyusul hasil laporan keuangan kuartal I perusahaan yang melampaui ekspektasi.
Bulan sebelumnya, Jefferies juga telah memulai cakupan terhadap Star Bulk Carriers Corp. (NASDAQ:SBLK) dengan peringkat 'Buy' dan target harga $29. Jefferies dalam laporannya menyatakan bahwa ketegangan geopolitik dan keterbatasan armada menjadi tema yang terus berlanjut dalam industri transportasi laut. Perusahaan riset tersebut menyatakan optimisme yang meningkat terhadap pasar komoditas curah kering, bullish terhadap kapal tanker untuk tahun 2026, memperkirakan tahun yang 'cukup baik' untuk gas petroleum cair (LPG), netral terhadap gas alam cair (LNG), dan tetap berhati-hati terhadap kapal kontainer.
Pada 20 Mei 2026, Star Bulk Carriers Corp. (NASDAQ:SBLK) melaporkan laba per saham disesuaikan kuartal I sebesar 56 sen, melampaui perkiraan konsensus sebesar 48 sen. Pendapatan perusahaan mencapai $281,15 juta, lebih tinggi dari estimasi konsensus $223,55 juta. CEO Petros Pappas menyatakan bahwa pasar komoditas curah kering memulai tahun 2026 dengan 'kekuatan yang berlawanan dengan kebiasaan musiman', di mana Star Bulk mencatat laba bersih sebesar $58,5 juta, EBITDA $109,7 juta, dan pendapatan per hari per kapal sebesar $18.493. Pappas juga menambahkan bahwa Dewan Direksi telah menyetujui dividen sebesar $0,50 per saham sesuai dengan kebijakan pembayaran dividen penuh, serta mencatat bahwa kapal Kamsarmax baru akan bergabung dengan armada seiring perusahaan terus melepas kapal-kapal yang lebih tua.
Star Bulk Carriers Corp. (NASDAQ:SBLK) bergerak dalam transportasi kargo komoditas curah kering melalui kepemilikan dan pengoperasian kapal pengangkut curah kering di seluruh dunia.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.