bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Digitalisasi Diperkirakan Tambah Nilai Perdagangan Global 2,8 Triliun Dolar AS

Redaksi 13 Oktober 2026 5 views
Digitalisasi Diperkirakan Tambah Nilai Perdagangan Global 2,8 Triliun Dolar AS
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pemanfaatan teknologi digital diperkirakan dapat meningkatkan nilai perdagangan global sebesar 2,8 triliun dolar AS pada 2031, atau 6,9 persen di atas proyeksi dasar. Potensi ini didukung penggunaan kecerdasan buatan (AI), dokumen digital, dan otomatisasi proses bisnis yang dapat mempercepat transaksi serta mengefisienkan perdagangan lintas negara.

CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro mengatakan, perubahan ekonomi global dan perkembangan teknologi membuat perusahaan perlu memperkuat pengelolaan keuangan, likuiditas, serta risiko bisnis. Menurutnya, digitalisasi perdagangan dapat membuka peluang usaha dan membantu perusahaan menghadapi perubahan rantai pasok global.

Dalam Indonesia Treasury Leadership Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026), Donny menyampaikan bahwa laporan Future of Trade 2026 dari Standard Chartered memperkirakan digitalisasi perdagangan berpotensi mendorong nilai perdagangan global naik 2,8 triliun dolar AS pada 2031 dibandingkan proyeksi dasar.

Penggunaan teknologi keuangan di Indonesia juga tercermin dari transaksi pembayaran digital. Data Bank Indonesia menunjukkan volumenya mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh lebih dari 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Donny menilai AI dan mata uang digital dapat mengubah cara perusahaan bertransaksi. Teknologi tersebut berpotensi membuat pembayaran dan pengelolaan keuangan berlangsung lebih cepat, otomatis, cerdas, dan terhubung.

Forum Indonesia Treasury Leadership 2026 mempertemukan regulator, pelaku industri, dan pemimpin perusahaan untuk membahas pembayaran real-time, AI, aset digital, serta konektivitas sistem keuangan. Konektivitas pembayaran dapat membantu mempercepat transaksi dan mengelola likuiditas, tetapi juga meningkatkan kebutuhan akan keamanan siber, pencegahan penipuan, dan ketahanan operasional.

Perubahan rantai pasok global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan turut menjadi perhatian. Diversifikasi lokasi produksi dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi dan memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia pada 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun, naik 12,7 persen secara tahunan. Investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan investasi, menurut laporan tersebut, perlu disertai penguatan industri dan pemasok lokal agar manfaat ekonominya lebih besar. Upaya itu juga memerlukan peningkatan keterampilan tenaga kerja dan penguasaan teknologi, serta dukungan infrastruktur, logistik, dan pembiayaan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.