bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, rupiah berada di posisi Rp17.948 per dolar AS pada perdagangan Kamis (15/10) pagi, turun 45 poin atau 0,25 persen dari penutupan sebelumnya.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS beragam. Yuan China menguat 0,06 persen, ringgit Malaysia naik 0,01 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,21 persen, yen Jepang menguat 0,37 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen. Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,36 persen dan won Korea Selatan turun 0,91 persen.
Di antara mata uang negara maju, euro menguat 0,45 persen, pound sterling naik 0,29 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,62 persen. Dolar Australia terkoreksi 0,33 persen, sedangkan dolar Kanada melemah 0,01 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS. Menurutnya, inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Lukman juga menyampaikan bahwa investor masih menantikan data inflasi produsen AS yang dijadwalkan dirilis malam itu waktu setempat. Ia memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari tersebut.