bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyatakan rasio penerimaan Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) saat ini sebesar 12 persen. Angka itu berada di bawah Kamboja yang mencapai 18 persen dan Vietnam sebesar 23 persen.
Dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/10), Hashim mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan rasio penerimaan Indonesia mencapai 18 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Hashim menilai rendahnya penerimaan selama ini berkaitan dengan kurangnya kemauan politik dan kuatnya resistensi birokrasi terhadap reformasi. Ia menyebut rasio penerimaan Kamboja meningkat dari 9 persen menjadi 18 persen dalam 10 tahun, yang menurutnya didorong oleh kemauan politik.
Hashim juga menyampaikan pandangan bahwa Indonesia seharusnya mampu mencapai tingkat penerimaan seperti Kamboja. Jika target 18 persen tercapai, Indonesia akan berupaya mengejar rasio Vietnam sebesar 23 persen. Namun, ia mengakui pencapaian target berikutnya itu membutuhkan waktu lama.