bytedaily - Upaya komunikasi aktif pemerintah Indonesia kepada investor global, termasuk melalui kunjungan strategis ke Amerika Serikat, dinilai sangat krusial dalam memperkuat kepercayaan pasar dan memastikan kelancaran aliran investasi. Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menekankan bahwa intensifikasi komunikasi ini mampu menyajikan persepsi yang akurat mengenai realitas kondisi ekonomi Indonesia di mata para pelaku pasar global.
Dalam serangkaian pertemuan di AS, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo telah berupaya meyakinkan investor mengenai strategi fiskal dan bauran kebijakan yang dijalankan Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membentengi persepsi pasar dari dinamika global yang mungkin menimbulkan tekanan, mengingat kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan ketahanan yang relatif solid. Myrdal menambahkan bahwa komunikasi yang berkelanjutan penting untuk mencegah kesalahpahaman dan sentimen negatif, serta menjadi pembelajaran dari pengalaman sebelumnya terkait perubahan outlook negatif dari lembaga pemeringkat.
Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyambut baik pertemuan langsung ini sebagai sarana meredam kebisingan informasi jangka pendek. Namun, ia mengingatkan bahwa lembaga pemeringkat akan lebih terpengaruh oleh bukti konkret berupa data, kebijakan yang konsisten, dan tata kelola yang kuat, bukan sekadar penjelasan lisan. Pardede menyoroti pentingnya menjaga defisit tetap terkendali, konsistensi kebijakan fiskal, dan koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia untuk perbaikan prospek utang jangka panjang. Data kuartal pertama 2026 menunjukkan masih adanya arus keluar bersih investasi asing, meskipun instrumen SRBI berhasil menarik dana masuk.