bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 08:09 WIB

Sadar! Pengemudi Muda Jadi Sasaran 'Ghost Broker' Penjual Asuransi Mobil Palsu Daring

Redaksi 20 Mei 2026 2 views
Sadar! Pengemudi Muda Jadi Sasaran 'Ghost Broker' Penjual Asuransi Mobil Palsu Daring
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, pengemudi muda menjadi target empuk bagi 'ghost broker' yang menawarkan asuransi mobil palsu secara daring. Badan pengawas keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), memperingatkan adanya praktik penipuan ini.

Penelitian dari FCA menunjukkan bahwa separuh dari pengemudi berusia 16-25 tahun pernah membeli polis asuransi melalui media sosial atau aplikasi pesan instan, di mana banyak di antaranya ternyata palsu. FCA menyatakan, beberapa korban tanpa sadar mengemudi tanpa asuransi yang sah, sehingga berisiko menghadapi tuntutan pidana, denda, atau penyitaan kendaraan.

Modus penipuan ini sering kali menawarkan harga polis yang sangat murah, yang menarik perhatian pengemudi muda yang terdampak tekanan biaya hidup. Mengemudi tanpa asuransi yang berlaku merupakan pelanggaran pidana di Inggris.

The Insurance Fraud Bureau dan perusahaan asuransi Aviva melaporkan peningkatan kasus 'ghost broking' dalam beberapa tahun terakhir. FCA menyarankan agar pengemudi dapat memeriksa keabsahan broker melalui fitur FCA Firm Checker. Broker asuransi yang sah seharusnya memiliki situs web, nomor telepon, dan alamat yang jelas.

Seorang korban, Amie Donaghey (21), menceritakan kepada BBC News NI bahwa ia mendapatkan vonis pidana setelah tertipu oleh 'ghost broker'. Ia baru menyadari polisnya palsu ketika dihentikan oleh polisi dan mengetahui bahwa ia tidak memiliki asuransi.

Amie mengungkapkan bahwa ia ditawari harga asuransi yang 'hanya sebagian kecil' dari £4.500 yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi konvensional. Ketika mencoba menghubungi broker tersebut setelah menyadari penipuan itu, ia mengatakan bahwa broker tersebut menghilang begitu saja dan memblokirnya di semua platform komunikasi.

FCA, yang melakukan survei terhadap 1.000 pengemudi, menyatakan bahwa banyak 'ghost broker' yang berpura-pura sebagai penjual asuransi resmi namun menawarkan tarif murah. Polis yang ditawarkan seringkali tidak sah karena memalsukan informasi untuk menurunkan harga, atau dibatalkan segera setelah pembelian.

Graeme Reynolds, direktur asuransi di FCA, menekankan bahwa anggaran yang ketat membuat tawaran murah menjadi menggiurkan, dan penipu memanfaatkan situasi tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak tertipu oleh polis yang tidak ada dan selalu memeriksa FCA Firm Checker sebelum membeli. Mengemudi tanpa asuransi, menurutnya, bisa berakibat jauh lebih mahal daripada premi asuransi.

FCA saat ini bekerja sama dengan para influencer di media sosial untuk memperingatkan pengemudi muda mengenai ancaman 'ghost broking' yang terus berkembang.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.