bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 08:42 WIB

Permintaan Dolar AS Menguat Akibat Ketidakpastian Global

Redaksi 20 Mei 2026 3 views
Permintaan Dolar AS Menguat Akibat Ketidakpastian Global
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, permintaan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan adanya tren yang berfluktuasi, mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian dan sistem keuangan AS. Dolar AS telah mengalami permintaan tinggi sejak awal pandemi. Pada awal 2025, nilainya tercatat 21% di atas rata-rata jangka panjangnya.

Ketika ketidakpastian global meningkat, investor cenderung melakukan 'flight to quality' dan mencari aset yang dianggap aman. Tren penguatan dolar ini mulai sedikit berbalik pada 2025, dengan pelemahan 5% secara global berdasarkan bobot perdagangan. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain ketidakpastian ekonomi akibat tarif, peningkatan utang federal AS, pemulihan ekonomi Eropa, dan strategi investasi nilai.

Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran terhadap dolar mereda dan mata uang AS kembali menguat sebagai respons terhadap perang di Iran. Konflik tersebut memicu gelombang 'flight to quality' lainnya. Sejak permulaan permusuhan, dolar AS telah menguat 5% dan mendekati level tertinggi siklusnya.

Penguatan ini menegaskan pandangan bahwa dolar AS tidak berisiko kehilangan statusnya sebagai mata uang pilihan global. Pada level saat ini, dolar AS diperkirakan sekitar 19% di atas rata-rata nilainya selama 20 tahun. Kekuatan ini didukung oleh kedalaman pasar senilai 27 triliun dolar AS, Federal Reserve (The Fed), dan sistem kapitalisme demokratis AS yang telah teruji waktu.

Mata uang lain seperti euro, yen, atau yuan, atau kombinasi keranjang mata uang, juga memiliki kelemahan masing-masing. Laporan tersebut juga menyebutkan adanya laporan eksklusif, profil perusahaan mendalam, dan wawasan perdagangan terbaik untuk meningkatkan portofolio investor.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.