bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 12:57 WIB

Elon Musk Akui xAI Latih Grok Menggunakan Model OpenAI

Redaksi 01 Mei 2026 12 views
Elon Musk Akui xAI Latih Grok Menggunakan Model OpenAI
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Elon Musk pada Kamis (waktu setempat) mengakui bahwa perusahaan kecerdasan buatan (AI) miliknya, xAI, menggunakan teknik 'distilasi' yang melibatkan model AI dari OpenAI untuk melatih chatbot Grok. Pengakuan ini disampaikan Musk saat memberikan kesaksian di pengadilan federal California.

Distilasi merupakan praktik di mana model AI baru dilatih dengan memanfaatkan output dari model yang sudah ada, sering kali melalui chatbot atau API yang dapat diakses publik. Musk menyatakan bahwa praktik ini merupakan hal umum di kalangan perusahaan AI.

Kesaksian Musk ini muncul di tengah persidangan gugatan yang diajukan terhadap OpenAI, CEO Sam Altman, dan Greg Brockman. Musk menuduh mereka melanggar misi nirlaba asli OpenAI dengan mengubah entitas menjadi struktur berorientasi keuntungan.

Pengakuan Musk mengenai penggunaan distilasi dari model OpenAI menjadi sorotan karena praktik ini berpotensi mengikis keunggulan kompetitif yang dibangun oleh raksasa AI melalui investasi besar pada infrastruktur komputasi. Distilasi memungkinkan pengembang perangkat lunak lain untuk menciptakan model yang sebanding dengan biaya lebih rendah.

xAI, yang didirikan Musk pada tahun 2023, beberapa tahun setelah OpenAI, berusaha untuk belajar dari pemain terkemuka di bidang tersebut. Meskipun distilasi mungkin tidak secara eksplisit ilegal, praktik ini dapat melanggar ketentuan layanan yang ditetapkan oleh perusahaan untuk pengguna produk mereka.

OpenAI, Anthropic, dan Google dilaporkan telah meluncurkan inisiatif melalui Frontier Model Forum untuk berbagi informasi mengenai cara memerangi upaya distilasi, terutama yang berasal dari Tiongkok. Upaya ini biasanya melibatkan kueri sistematis terhadap model untuk memahami cara kerjanya. Untuk menghentikan praktik tersebut, laboratorium AI terdepan berupaya mencegah pengguna melakukan kueri massal yang mencurigakan.

Dalam kesaksian terpisah, Musk juga mengomentari klaimnya tahun lalu bahwa xAI akan segera melampaui perusahaan AI lain selain Google. Ia menempatkan Anthropic di posisi teratas, diikuti oleh OpenAI, Google, dan model sumber terbuka Tiongkok. Musk menggambarkan xAI sebagai perusahaan yang jauh lebih kecil dengan hanya beberapa ratus karyawan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.