bytedaily - Dilansir dari bbc.com, perseteruan sengit antara miliarder teknologi Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman akan bergeser ke ranah hukum yang lebih formal, yakni pengadilan federal di California, Amerika Serikat. Persidangan yang diperkirakan berlangsung selama sebulan ini akan memfokuskan pada klaim Musk bahwa Altman, yang bersamanya mendirikan OpenAI, telah menipunya jutaan dolar dan mengingkari misi awal perusahaan sebagai organisasi nirlaba.
Baik Musk maupun Altman dijadwalkan untuk memberikan kesaksian dalam kasus ini, yang berpotensi menentukan masa depan kecerdasan buatan (AI). Kasus ini digambarkan seperti pertarungan dua petinju kelas berat atau perbandingan antara King Kong melawan Godzilla, menyoroti skala dan ketokohan kedua tokoh tersebut.
Profesor Sarah Federman dari University of San Diego, yang berspesialisasi dalam resolusi konflik, menyatakan bahwa popularitas dan citra kedua tokoh tersebut membuat bentrokan mereka menarik untuk disaksikan. Keputusan akhir akan berada di tangan sembilan juri di bawah pengawasan Hakim Yvonne Gonzalez Rogers, yang menegaskan bahwa kekayaan, kekuasaan, dan ketenaran Musk dan Altman tidak akan memberikan perlakuan khusus.
Musk juga menggugat OpenAI, salah satu pendirinya Greg Brockman, dan Microsoft, yang dituduhnya membantu dalam skema monetisasi perusahaan. Musk menuntut miliaran dolar sebagai "keuntungan yang salah" yang ia ingin digunakan untuk mendanai divisi nirlaba OpenAI, serta mendesak perubahan kepemimpinan di perusahaan tersebut, termasuk pemecatan Altman.
OpenAI membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa Musk termotivasi oleh kecemburuan dan penyesalan karena meninggalkan perusahaan. OpenAI menuduh Musk berusaha menggagalkan salah satu pesaing utamanya di tengah perlombaan menuju kecerdasan buatan umum (AGI).
Musk dan Altman mendirikan OpenAI sebagai organisasi nirlaba pada tahun 2015 dengan misi memastikan AGI bermanfaat bagi seluruh umat manusia. AGI sendiri didefinisikan sebagai AI yang melampaui kecerdasan manusia.
Pada awal pendiriannya, Musk telah menjadi tokoh teknologi yang sangat dihormati berkat kesuksesannya dengan Tesla dan SpaceX. Sementara itu, Altman dikenal di Silicon Valley melalui perannya di inkubator teknologi Y Combinator.
Hubungan Musk dan Altman dimulai pada tahun 2012. Altman, yang 14 tahun lebih muda dari Musk, kemudian mengajukan ide OpenAI kepada Musk, yang pernah ia sebut sebagai pahlawannya. Pengembangan AI yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dari presentasi tersebut.
Awalnya, keduanya bekerja sama dengan keyakinan bersama pada potensi teknologi AI. Namun, OpenAI kemudian bertransisi dari entitas nirlaba menjadi entitas berorientasi keuntungan, yang diklaim Musk dilakukan secara ilegal.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.