bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 16:35 WIB

Eropa Berupaya Kurangi Ketergantungan pada Perangkat Lunak AS Demi Teknologi Kedaulatan

Redaksi 28 April 2026 11 views
Eropa Berupaya Kurangi Ketergantungan pada Perangkat Lunak AS Demi Teknologi Kedaulatan
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Eropa tengah mengambil langkah untuk mengurangi ketergantungan pada penyedia teknologi Amerika Serikat (AS), didorong oleh kesadaran akan adanya potensi kendala yang menyertai penggunaan perangkat lunak AS. Upaya ini terlihat dari langkah Prancis yang berupaya mengurangi ketergantungan pada Windows, meskipun badan intelijen domestiknya baru-baru ini memperbarui kontrak dengan Palantir, perusahaan analisis data yang semakin kontroversial.

Pergeseran ini sebagian merupakan reaksi terhadap CLOUD Act AS yang diberlakukan pada tahun 2018. Undang-undang ini mewajibkan perusahaan teknologi AS untuk mematuhi permintaan penegakan hukum terkait data, bahkan jika informasi tersebut disimpan di luar AS. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di Eropa mengenai keamanan data sensitif, termasuk data kesehatan, meskipun Inggris sempat menjalin kesepakatan dengan Google, Microsoft, dan Palantir terkait data National Health Service (NHS) selama pandemi.

Sebagai respons, Prancis mengumumkan tahun lalu bahwa Health Data Hub-nya akan beralih dari Microsoft Azure ke solusi 'cloud kedaulatan'. Kontrak ini kini dimenangkan oleh Scaleway, penyedia cloud asal Prancis yang memiliki jaringan pusat data yang berkembang pesat di Eropa. Scaleway, anak perusahaan dari grup Prancis iliad, juga menjadi salah satu dari empat penyedia yang memenangkan tender cloud kedaulatan senilai €180 juta (sekitar $211 juta) dari Komisi Eropa. Menariknya, AWS European Sovereign Cloud dari Amazon tidak termasuk dalam daftar pemenang, meskipun ada kekhawatiran potensi akses AS melalui joint venture 'trusted cloud' S3NS antara Thales dan Google Cloud.

Sebelumnya, upaya mencari alternatif teknologi AS juga menghadapi tantangan. Qwant, mesin pencari yang direkomendasikan untuk pegawai negeri di Prancis, ternyata masih bergantung pada Bing milik Microsoft, yang berujung pada perselisihan. Meskipun demikian, Qwant kini berkolaborasi dengan nonprofit Jerman, Ecosia, meluncurkan Staan, sebuah indeks pencarian berbasis Eropa yang fokus pada privasi, untuk mengurangi ketergantungan pada Google dan Bing. Namun, kedua perusahaan ini masih tertinggal jauh dari pesaing AS dalam hal popularitas dan jangkauan.

Perebutan pangsa pasar menjadi tantangan utama bagi perusahaan-perusahaan yang mencoba menyaingi raksasa teknologi AS. Namun, kontrak publik diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan. Tender Komisi Eropa juga akan menguntungkan penyedia cloud Prancis lainnya seperti Clever Cloud dan OVHCloud, serta STACKIT yang diciptakan oleh Schwarz Group, induk perusahaan Lidl, dan kini dikomersialkan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.