bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Nissan Sentra model tahun 2021 mengalami depresiasi nilai yang cukup signifikan dalam kurun waktu lima tahun. Perkiraan menunjukkan bahwa mobil ini kehilangan sekitar 35% dari nilai aslinya setelah lima tahun pemakaian.
Angka ini sejalan dengan proyeksi dari lembaga riset otomotif seperti CarEdge dan iSeeCars. CarEdge memperkirakan Nissan Sentra akan kehilangan 34,7% dari nilai awalnya dalam lima tahun, sementara iSeeCars memproyeksikan angka 33,3%. Sebagai perbandingan, rata-rata mobil di segmen kompak hanya mengalami depresiasi sebesar 29,6% dalam periode yang sama.
Lebih lanjut, depresiasi terus berlanjut seiring bertambahnya usia mobil. CarEdge memprediksi depresiasi sebesar 59,8% setelah tujuh tahun, dan iSeeCars memperkirakan 52,2%. Pada tanda sepuluh tahun, kedua lembaga tersebut memproyeksikan depresiasi masing-masing 65,6% dan 63,1%. Hal ini mengindikasikan bahwa Sentra secara konsisten kehilangan nilai lebih cepat dibandingkan rata-rata segmen mobil kompaknya.
Untuk memverifikasi estimasi ini, dilakukan peninjauan terhadap daftar kendaraan bekas di platform seperti Autotrader dan CarGurus. Untuk model Sentra SV trim tahun 2021 dengan riwayat bebas kecelakaan, judul bersih, dan jarak tempuh rata-rata (60.000–70.000 mil), harga jual kembali berada di kisaran $14.000. Nilai ini sangat dekat dengan hasil perhitungan depresiasi 35% dari harga MSRP awal $21.495, yang menghasilkan nilai jual kembali sekitar $13.972.
Dalam perbandingan dengan kompetitor sekelasnya, seperti Toyota Corolla dan Honda Civic, Nissan Sentra menunjukkan tingkat depresiasi yang lebih tinggi. CarEdge memperkirakan depresiasi lima tahun untuk 2021 Corolla sebesar 27,4%, dan untuk Honda Civic sebesar 22,7%. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan estimasi depresiasi Nissan Sentra.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.