bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Ford memutuskan untuk menghentikan penggunaan emblem Ghia pada lini produknya karena perubahan tren dan perkembangan teknologi. Pada awal tahun 2000-an, seiring dengan kemajuan teknologi, mobil Ford beremblem Ghia mulai terlihat ketinggalan zaman. Ghia yang identik dengan kemewahan dan kenyamanan, tidak lagi mewakili gaya, modernitas, dan teknologi yang diinginkan konsumen.
Sebagai gantinya, Ford memperkenalkan trim Titanium pada tahun 2004, bertepatan dengan peluncuran Ford Focus generasi kedua. Trim Titanium dirancang sebagai pilihan yang lebih menekankan pada teknologi dan material modern. Menurut Steve Hood, Direktur Pemasaran Ford Inggris saat itu, trim Titanium menyertakan fitur-fitur seperti pemutar MP3 serta trim interior berbahan metal dan grafit, yang menempatkannya di atas versi Ghia.
Emblem Ghia akhirnya dihapus dari jajaran Ford beberapa tahun kemudian. Sumber dari kalangan ritel menyatakan bahwa Ghia memiliki konotasi dengan fitur-fitur seperti atap vinyl, banyak krom, dan jok beludru, yang tidak lagi sesuai dengan permintaan konsumen akan interior berteknologi tinggi. Dalam konteks armada perusahaan (fleet), Ghia tidak lagi dianggap sebagai produk premium.
Hubungan Ford dengan Ghia dimulai pada tahun 1970 ketika Ford mengakuisisi rumah desain asal Italia tersebut. Model pertama yang menggunakan emblem Ghia adalah Granada Ghia pada tahun 1974, yang menawarkan kemewahan seperti panel kayu di pintu, jok kain mewah, dan jam digital. Emblem Ghia kemudian disematkan pada berbagai model Ford sebagai trim teratas yang dilengkapi dengan fitur mewah dan berorientasi pada kenyamanan.
Ghia juga berperan dalam merancang berbagai mobil konsep menarik untuk Ford, termasuk Ghia Probe Concept pada tahun 1979. Bahasa desain "New Edge" yang terlihat pada konsep seperti Ghia Saetta bahkan memengaruhi bahasa desain Ford sendiri pada akhir 1990-an hingga peluncuran Focus generasi kedua. Konsep Saetta bahkan menginspirasi Ford untuk merombak total desain Ka, menghasilkan versi produksi yang tampil lebih menarik dari konsepnya.
Namun, kolaborasi Ford dan Ghia berakhir pada awal tahun 2000-an. Ford mengambil keputusan untuk mengurangi secara drastis jumlah tenaga kerja Ghia, mengubahnya dari rumah desain di Turin menjadi entitas yang hanya eksis secara virtual. Dalam beberapa tahun, trim Titanium yang lebih sporty dan berorientasi teknologi menggantikan posisi Ghia, dan mobil Ford beremblem Ghia pun menjadi bagian dari sejarah.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.