bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 07:26 WIB

Gelombang Kenaikan BBM Nonsubsidi dan Respons Regulator: Pertamina Naikkan Harga, OJK Awasi Kasus BNI

Redaksi 19 April 2026 14 views
Gelombang Kenaikan BBM Nonsubsidi dan Respons Regulator: Pertamina Naikkan Harga, OJK Awasi Kasus BNI
Ilustrasi: Gelombang Kenaikan BBM Nonsubsidi dan Respons Regulator: Pertamina Naikkan Harga, OJK Awasi Kasus BNI

bytedaily - Memasuki akhir pekan, sektor ekonomi Indonesia diwarnai oleh beberapa perkembangan signifikan. PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang mulai berlaku pada Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini, misalnya pada Pertamax Turbo di wilayah DKI Jakarta, tercatat dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar dan regulasi yang berlaku, berbeda dengan BBM bersubsidi yang harganya diatur oleh pemerintah.

Selain isu energi, perhatian juga tertuju pada upaya penegakan hukum di sektor pangan dan jasa keuangan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendesak Satgas Pangan Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas jaringan penyelundupan bawang bombai dan cabai ilegal di Kalimantan Barat, menyebutnya sebagai kasus besar yang melibatkan aktor intelektual. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memanggil jajaran direksi dan manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk meminta penjelasan dan mendesak penyelesaian cepat serta transparan atas kasus penyimpangan dana nasabah yang terjadi di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Aek Nabara, Sumatera Utara.

Perkembangan ekonomi global turut mempengaruhi pergerakan di sektor maritim. Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan tengah menyiapkan rencana pelayaran untuk dua kapal tanker mereka, Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang sempat tertahan di Selat Hormuz. Keputusan Iran untuk membuka kembali jalur laut tersebut memberikan angin segar bagi kelancaran operasional kapal-kapal tersebut, yang kini dalam tahap pemantauan intensif untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelayaran keluar dari selat strategis itu.