bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 00:16 WIB

Geopolitik Timur Tengah Goyahkan Harga Energi Dunia, Indonesia Waspadai Inflasi dan Rupiah

Redaksi 30 Maret 2026 20 views
Geopolitik Timur Tengah Goyahkan Harga Energi Dunia, Indonesia Waspadai Inflasi dan Rupiah
Ilustrasi: Geopolitik Timur Tengah Goyahkan Harga Energi Dunia, Indonesia Waspadai Inflasi dan Rupiah

bytedaily - Konflik di Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, memicu lonjakan harga minyak mentah dunia dan berpotensi meningkatkan risiko inflasi serta pelemahan nilai tukar rupiah di Indonesia. Jalur pelayaran vital yang dilalui sebagian besar perdagangan minyak dunia ini menjadi titik krusial yang terancam oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak mentah, seperti Brent, dilaporkan terus menanjak didorong oleh spekulasi meluasnya konflik yang melibatkan Iran. Analis menilai ada kemungkinan penargetan infrastruktur energi secara sengaja untuk menciptakan tekanan kenaikan harga. Lembaga keuangan global seperti Barclays memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat memangkas pasokan minyak global secara signifikan, yang pada gilirannya akan mempersulit pasar energi dunia.

Pemerintah Indonesia masih dalam tahap finalisasi kebijakan sebagai respons terhadap gejolak geopolitik ini. Sementara itu, dampak potensial terhadap perekonomian nasional telah diantisipasi oleh berbagai pihak. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan bahwa kenaikan harga minyak dapat menambah beban defisit anggaran negara secara substansial. Selain itu, ketergantungan pada impor energi juga berisiko menekan nilai tukar rupiah, memperbesar biaya energi, dan berdampak pada harga-harga kebutuhan pokok serta ongkos logistik, yang sangat merugikan pelaku usaha, terutama UMKM.

INDEF juga menekankan bahwa situasi ini menggarisbawahi urgensi penguatan kemandirian energi nasional. Ketergantungan Indonesia pada energi fosil membuatnya rentan terhadap volatile global, sehingga akselerasi pengembangan energi terbarukan dinilai semakin mendesak untuk dilakukan.