bytedaily - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terpaksa menghentikan sementara operasional Kereta Api Siliwangi yang melayani rute Cipatat-Cianjur-Sukabumi. Keputusan ini diambil menyusul ditemukannya indikasi erosi tanah di bawah rel atau yang dikenal sebagai 'gogosan' pada Km 74+9/0 di antara Stasiun Cibeber dan Lampegan. Gangguan struktural pada jalur ini terdeteksi pada Minggu (19/4) malam, memaksa PT KAI untuk memprioritaskan keselamatan penumpang dan operasional.
Akibat dari temuan ini, seluruh perjalanan KA Siliwangi yang seharusnya melintasi jalur tersebut dibatalkan sejak Minggu malam. Perjalanan kereta kini hanya akan dilayani hingga Stasiun Cianjur, sementara rute dari Sukabumi menuju Cianjur dan Cipatat juga mengalami pembatalan, termasuk keberangkatan Senin (20/4) pagi. Langkah antisipatif ini diambil untuk mencegah potensi bahaya dan memastikan keamanan seluruh pengguna jasa kereta api.
Manajer Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyatakan bahwa keselamatan adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Tim tanggap darurat telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan investigasi mendalam. Bagi penumpang yang terdampak pembatalan, PT KAI menyediakan opsi pembatalan tiket dengan pengembalian dana 100% dari harga tiket, tidak termasuk biaya pemesanan, yang dapat diurus maksimal tujuh hari setelah jadwal keberangkatan. KAI Daop 2 Bandung tengah berupaya mempercepat perbaikan jalur agar layanan dapat segera kembali normal.