bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 21:26 WIB

Google Alokasikan Dana $750 Juta untuk Startup AI di Ekosistem Cloud-nya

Redaksi 23 April 2026 7 views
Google Alokasikan Dana $750 Juta untuk Startup AI di Ekosistem Cloud-nya
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Google Cloud Next 2026 yang berlangsung minggu ini di Las Vegas menyoroti komitmen Google untuk merangkul startup kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem cloud-nya. Google mengumumkan alokasi dana baru sebesar $750 juta yang ditujukan untuk mendukung mitra Cloud-nya dalam meningkatkan penjualan agen AI kepada perusahaan.

Dana ini tersedia bagi berbagai mitra, mulai dari startup hingga firma konsultan besar. Penggunaannya mencakup biaya untuk proyek bukti konsep Gemini, insinyur Google yang ditugaskan, kredit cloud, dan rabat penerapan. Langkah ini menegaskan fokus Google untuk mengintegrasikan solusi AI inovatif dari para pengembang ke dalam platform cloud-nya.

Dalam acara tersebut, Google juga menyoroti sejumlah startup yang telah memperluas atau baru saja mulai menggunakan Google Cloud. Beberapa nama yang ömenonjol termasuk Lovable, startup pengkodean yang sedang naik daun yang berada di jalur pendapatan berulang tahunan (ARR) $400 juta per Februari. Lovable akan meluncurkan agen pengkodean baru melalui marketplace aplikasi perusahaan Google.

Notion, aplikasi produktivitas dokumen yang populer di Silicon Valley dengan valuasi sekitar $11 miliar, kini memanfaatkan model Gemini untuk fitur pembuatan teks dan gambar. Gamma, yang dikenal sebagai pesaing PowerPoint bertenaga AI dengan valuasi $2,1 miliar, menggunakan model gambar terbaru Google, Nano Banana 2, dan fitur Google Cloud lainnya.

Inferact, startup inferensi komersial dari pengembang proyek open source vLLM, mengakses GPU Nvidia melalui Google Cloud sekaligus memanfaatkan tumpukan AI Google. ComfyUI, alat open source populer untuk pembuatan gambar dan multimedia AI, juga menawarkan akses ke Nano Banana 2 dan memanfaatkan fitur Cloud lainnya.

Startup lain yang mendapat sorotan dari Google Cloud tahun ini meliputi Chorus (tag pintar bertenaga AI untuk pelacakan barang), ExaCare AI (perangkat lunak AI untuk fasilitas perawatan medis pasca-akut), Insilica (pembuatan laporan keamanan kimia yang patuh regulasi), Parallel (API pencarian dan riset web untuk agen AI), Proximal Health (otomatisasi proses ajudikasi klaim asuransi), Stord (pemenuhan e-commerce dan operasi paket), Stylitics (perangkat lunak AI untuk gaya busana dan bundel produk ritel), Temporal (lingkungan cloud pengembang untuk mencegah kegagalan), Vapi (alat pengembang untuk agen suara percakapan), Vurvey Labs (riset pasar sintetis melalui agen AI), Watershed (perangkat lunak pelaporan dan pengelolaan program keberlanjutan), dan ZenBusiness (alat back-office untuk bisnis kecil dengan asisten obrolan AI).


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.