bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Google mengumumkan Gemini 4 Argon, model kecerdasan buatan terbaru yang disebut perusahaan sebagai model tercanggih dan terkuat buatannya. Model ini dirancang untuk mengerjakan tugas kompleks dalam jangka waktu panjang.
Google menyebut ukuran Argon lebih besar daripada model-model canggih seri Pro sebelumnya. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan model tersebut memiliki performa tertinggi untuk menangani beban kerja kompleks. Menurut Google, kemampuannya sebanding dengan Astra dari OpenAI dan Opus dari Anthropic dalam sejumlah pengujian pemrograman dan keamanan siber, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Rabu (30/9).
Google menyatakan Argon sedang disiapkan untuk mitra keamanan siber terpilih. Perusahaan juga ikut serta dalam proses sukarela yang diinisiasi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait pemberian akses terhadap model sebelum peluncuran ke publik. Google belum mengumumkan jadwal rilis resminya.
Dalam keterangan perusahaan, Argon mencatat hasil lebih baik daripada Astra dan Opus pada beberapa pengujian. Namun, model itu masih tertinggal dalam sejumlah metrik lain, termasuk dua dari empat indikator uji pemrograman yang diumumkan Google.
Juru bicara Google juga menyampaikan bahwa perusahaan tidak berencana meluncurkan Gemini 3.5 Pro, yang sebelumnya pernah disampaikan CEO Sundai Pichai.
Di tengah penundaan pengembangan model tersebut, Google melakukan perombakan di laboratorium AI DeepMind. Pendiri sekaligus CEO DeepMind, Demis Hassabis, mengundurkan diri, sementara sejumlah petinggi proyek Gemini juga meninggalkan perusahaan.
Penundaan peluncuran selama beberapa bulan membuat Google tertinggal dari Anthropic dan OpenAI, yang terus memperbarui model unggulan mereka. Pada Juli, Pichai membantah anggapan bahwa Google kehilangan posisi dalam persaingan AI. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan juga lebih menonjolkan efisiensi biaya Gemini dibandingkan model pesaing, alih-alih menekankan kemampuan terdepannya.