bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 02:49 WIB

Griffith 200: Bukan Sekadar Mobil Kecil Bermesin Besar, Tapi Tercepat di Dunia

Redaksi 11 Mei 2026 10 views
Griffith 200: Bukan Sekadar Mobil Kecil Bermesin Besar, Tapi Tercepat di Dunia
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, resep untuk menciptakan mobil yang memacu adrenalin dengan menggabungkan mobil kecil dan mesin besar telah terbukti berhasil berkali-kali. Salah satu contoh paling terkenal adalah Shelby Cobra, yang lahir dari tangan Carroll Shelby dengan memadukan sasis AC Ace yang ringan dan tampan dengan mesin V8 Ford yang bertenaga.

Terinspirasi oleh kesuksesan tersebut, dealer mobil asal Amerika Serikat, Jack Griffith, yang merupakan teman Carroll Shelby, berupaya menciptakan sesuatu yang lebih. Ia mengklaim telah membangun "mobil produksi tercepat di dunia" melalui Griffith 200. Griffith mendapatkan beberapa sasis TVR Grantura melalui importir TVR, Dick Monnich. Ia kemudian memasang mesin V8 Ford small-block ke dalam setiap sasis tersebut dan mulai mengembangkannya menjadi model produksi skala kecil.

Meskipun bukan sebuah mahakarya teknis, Griffith 200 memiliki kesederhanaan yang brilian. Secara standar, mesin 289 miliknya menghasilkan 192 tenaga kuda yang disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual 4 percepatan. Bagi pembeli yang bersedia mengeluarkan biaya lebih, tersedia opsi mesin 289 berperforma tinggi yang menambah 75 tenaga kuda. Angka-angka ini sangat mengesankan, terutama ketika dipadukan dengan bodi serat kaca dan ban yang ramping. Hasilnya adalah mobil sport seberat 1.900 pon yang diklaim oleh Griffith Motor Company sebagai mobil produksi tercepat di masanya.

Jelas bahwa performa menjadi prioritas utama Jack Griffith dalam proyek barunya ini. Griffith 200 tidak dirancang untuk menjadi mobil pajangan. Fakta bahwa sekitar 20 mobil pertama diselesaikan dengan menggunakan potongan permukaan meja dapur untuk menutupi ventilasi pendingin menunjukkan bahwa kualitas dan niat utama mobil sport bermesin V8 ini lebih fokus pada performa.

Meskipun finishingnya mungkin terkesan kasar, Griffith 200 mampu menawarkan performa yang menyaingi Cobra dengan biaya yang jauh lebih rendah. Faktur yang masih ada menunjukkan bahwa Cobra 289 dengan spesifikasi lengkap pada era 1960-an berharga lebih dari $6.000, sementara Griffith 200 dibanderol mulai dari $3.995. Dengan tambahan $495 untuk mesin berperforma tinggi, mobil berbasis Grantura ini terlihat sangat menarik. Jika kreasi Carroll Shelby menjadikannya legenda otomotif, mobil sport kecil Jack Griffith ini mampu bersaing langsung dengan Cobra dan terbukti sukses di lintasan balap.

Namun, Griffith 200 tidak ditakdirkan untuk menjadi mobil massal. Kendaraan ini lebih menarik bagi para pengemudi fanatik yang menginginkan sesuatu yang cepat dan menantang untuk dikendalikan di akhir pekan. Hanya 192 unit Griffith 200 yang pernah diproduksi, menjadikannya barang langka untuk ditemukan saat ini. Sebagai perbandingan, Shelby memproduksi 260 unit Cobra 427 versi jalan raya, belum termasuk model S/C dan Competition.

Bagi para penggemar mobil sport Inggris, nama TVR dan Griffith mungkin sudah tidak asing lagi, meskipun biasanya kedua nama tersebut muncul bersamaan. Memang benar bahwa TVR meluncurkan model Griffith sendiri bertahun-tahun kemudian, pada tahun 1990-an. Model ini tetap setia pada resep asli Griffith, yaitu konstruksi ringan dan mesin V8 yang bertenaga, meskipun Griffith produksi TVR dibuat dalam jumlah yang lebih banyak dan juga tersedia dalam versi soft-top.

Banyak mobil TVR yang mengikuti Griffith 200 menggunakan mesin V8, sementara model-model awal sebelum Griffith, seperti Grantura yang menjadi basisnya, menggunakan mesin yang lebih sederhana.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.