bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan hilirisasi nikel mulai menggeser struktur ekonomi di beberapa wilayah Sulawesi. Daerah yang sebelumnya mengandalkan pertambangan dan pertanian kini mulai berkembang di sektor industri pengolahan mineral.
Morowali dan Morowali Utara di Sulawesi Tengah menjadi contoh perubahan tersebut. Dalam satu dekade terakhir, aktivitas pengolahan mineral berkembang dan mendorong investasi, penyerapan tenaga kerja, serta kegiatan ekonomi pendukung di sekitar kawasan industri.
Faisal menyebut porsi sektor industri kini menyumbang lebih dari 75 persen perekonomian Morowali, yang sebelumnya didominasi pertambangan dan pertanian. Menurutnya, hilirisasi memperpanjang rantai nilai mineral di dalam negeri sekaligus memperbesar peran industri dalam ekonomi daerah.
Dalam rantai nilai kendaraan listrik, kegiatan di sektor hulu dinilai sudah lebih matang, sementara aktivitas di sektor menengah dan hilir masih berkembang. Faisal mengatakan kedua sektor tersebut berpotensi tumbuh lebih cepat dan memberi dampak yang semakin besar bagi perekonomian daerah.
Industri pengolahan mineral juga berkembang di Sulawesi Selatan. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi provinsi itu tumbuh 5,59 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produk Domestik Regional Bruto berdasarkan harga berlaku tercatat sebesar Rp206,70 triliun.
PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, mengembangkan proyek pertumbuhan di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako untuk memperluas rantai nilai nikel. Proyek tersebut mencakup fasilitas dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), produk antara untuk pengolahan lebih lanjut dalam rantai pasok material baterai. Pengembangan HPAL ini terkait dengan proyek Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako Limonite.
Faisal menilai manfaat hilirisasi tidak cukup hanya diukur dari peningkatan kapasitas produksi. Keterhubungan industri dengan ekonomi lokal, pengembangan tenaga kerja, partisipasi usaha daerah, dan pengelolaan dampak lingkungan juga penting bagi keberlanjutan transformasi ekonomi.
Perkembangan kapasitas pengolahan dan rantai nilai mineral menempatkan Sulawesi sebagai salah satu wilayah penting dalam industrialisasi berbasis sumber daya. Perubahan struktur ekonomi di sejumlah daerah menunjukkan hilirisasi dapat memperluas sumber pertumbuhan dan mendorong kegiatan ekonomi di luar sektor primer.