bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:22 WIB

IHSG Diperkirakan Tertekan pada Perdagangan Jumat

Redaksi 16 Oktober 2026 3 views
IHSG Diperkirakan Tertekan pada Perdagangan Jumat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan Jumat (16/10). Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks masih berisiko terkoreksi dalam jangka pendek, meski berpeluang menguat lebih dulu.

Herditya memperkirakan IHSG dapat terkoreksi ke kisaran 5.744–5.794. Dalam skenario terbaik, indeks berpeluang naik menuju rentang 5.864–5.883. Ia memproyeksikan level support berada di 5.744 dan 5.643, sedangkan resistance di 6.009 dan 6.216. Herditya juga menyampaikan rekomendasi saham BBCA, ICBP, TINS, dan VKTR.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG berpeluang rebound pada pekan depan. Menurutnya, penutupan indeks pada Jumat akan menjadi salah satu penentu arah pergerakan selanjutnya; jika IHSG ditutup pada level 5.850 atau lebih tinggi, peluang rebound pekan depan dinilai semakin besar.

Ivan memperkirakan IHSG bergerak dengan support di 5.768, 5.607, dan 5.521, serta resistance di 6.128, 6.273, 6.423, dan 6.552. Saham yang direkomendasikannya adalah GOTO, MBMA, dan MEDC.

Pada Kamis (15/10), IHSG ditutup di level 5.863, turun 79,24 poin atau 1,33 persen dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi tercatat Rp13,44 triliun dengan volume perdagangan 35,24 miliar saham. Sebanyak 108 saham menguat, 567 saham melemah, dan 120 saham tidak berubah.

Informasi mengenai saham dalam berita ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.