bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 15:36 WIB

Iklan Serum Wajah Rp770 Ribu Dilarang karena Klaim Menyesatkan 'Lima Tahun Lebih Muda'

Redaksi 30 April 2026 15 views
Iklan Serum Wajah Rp770 Ribu Dilarang karena Klaim Menyesatkan 'Lima Tahun Lebih Muda'
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, sebuah iklan serum wajah seharga £49 (sekitar Rp770.000) dilarang tayang karena membuat klaim menyesatkan bahwa produk tersebut dapat membuat penggunanya tampak hingga lima tahun lebih muda.

Iklan berupa poster di papan reklame tersebut mengklaim bahwa Eucerin Hyaluron-Filler Epigenetic Serum memiliki bukti klinis berdasarkan studi terhadap 160 orang yang menggunakan produk tersebut selama empat minggu. Peserta kemudian diminta untuk menilai seberapa muda mereka merasa terlihat setelah menggunakan serum.

Badan pengawas periklanan menyatakan keprihatinan atas metodologi studi yang digunakan, serta sifat subjektif dari hasil yang didasarkan pada laporan diri peserta.

Beiersdorf, perusahaan pembuat serum tersebut, menjelaskan bahwa klaim 'hingga lima tahun lebih muda' mencerminkan hasil maksimum yang mungkin dicapai, bukan hasil tipikal. Perusahaan tersebut juga menyatakan kepada BBC bahwa produk mereka didukung oleh penelitian ilmiah.

Poster iklan tersebut menerima satu keluhan ke Advertising Standards Authority (ASA) pada November 2025 setelah muncul di stasiun Tube Balham, London. Laporan ASA menyoroti kekhawatiran mengenai metodologi studi, termasuk tidak adanya kelompok kontrol dan kurangnya informasi tentang bagaimana partisipan direkrut.

ASA juga mencatat bahwa serum tersebut diuji dalam iklim yang berbeda dari Inggris, sehingga efektivitasnya mungkin tidak sama. Tiga bukti lain yang diajukan Beiersdorf untuk mendukung klaimnya adalah penelitian yang belum dipublikasikan, dan ASA menyatakan memiliki kekhawatiran terhadap masing-masing bukti tersebut.

Bukti terakhir yang diajukan Beiersdorf, yaitu studi tinjauan sejawat tentang bahan aktifnya, tidak mencantumkan serum itu sendiri. Akibatnya, iklan tersebut dinilai menyesatkan dan tidak dapat ditampilkan dalam bentuk yang sama di kemudian hari.

ASA menambahkan bahwa semua studi yang mereka kutip dilakukan sesuai dengan standar industri.

Lianne Sykes, seorang pakar pemasaran estetika yang memberikan saran tentang periklanan etis, mengatakan bahwa industri iklan kosmetik sering kali menjadi sumber klaim yang menyesatkan. Ia menyarankan perusahaan untuk melakukan analisis kulit yang tepat selama periode waktu tertentu untuk mendukung klaim apa pun yang dibuat dalam iklan.

Sykes juga mengimbau konsumen untuk mengajukan pertanyaan sebelum mempercayai 'merek yang bagus dan nama besar'. Ia menekankan pentingnya memahami bagaimana kualitas kulit dinilai, apakah produk diuji pada semua kelompok usia, dan bagaimana keberhasilan diukur. Sykes menambahkan bahwa setiap konsumen memiliki biologi kulit yang berbeda, dan kulit yang baik sering kali merupakan hasil dari kombinasi kebiasaan sehat daripada bergantung pada satu produk saja.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.