bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:05 WIB

Ilmuwan Kembangkan Kecoa Cyborg Mampu Menyelam 3 Jam untuk Misi Bencana

Redaksi 10 Juli 2026 14 views
Ilmuwan Kembangkan Kecoa Cyborg Mampu Menyelam 3 Jam untuk Misi Bencana
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para ilmuwan dari Singapura dan Jepang telah berhasil menciptakan kecoa cyborg yang dilengkapi dengan kemampuan untuk bergerak di dalam air hingga tiga jam berkat pakaian khusus. Inovasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk misi penjelajahan di area bencana yang tergenang banjir.

Pakaian selam kedap air yang dirancang untuk kecoa ini memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dan beraktivitas di bawah air dalam jangka waktu yang cukup lama. Kemampuan baru ini diharapkan memperluas potensi penggunaan kecoa cyborg dalam situasi pascabencana.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan menguji pakaian selam ini pada kecoa desis Madagaskar (Gromphadorhina portentosa) yang telah dimodifikasi menjadi cyborg. Serangga tersebut ditempatkan dalam kondisi simulasi lingkungan bawah air dengan oksigen terbatas, menggunakan akuarium dan pipa plastik.

Untuk memastikan pasokan oksigen, sistem generator oksigen terintegrasi dan selang silikon khusus digunakan untuk menyalurkan gas langsung ke spirakel atau lubang pernapasan kecoa. Desain ini, yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Communications, ditujukan untuk operasi di lingkungan dengan kadar oksigen rendah maupun area yang terendam air.

Shinjiro Umezu, seorang profesor di Waseda University, Jepang, menjelaskan bahwa pendekatan mereka menggabungkan pelindung tahan air yang fleksibel dengan generator oksigen kimiawi yang sederhana namun efektif. Teknologi ini memungkinkan serangga bergerak secara alami dan lincah sembari terlindungi dari kondisi ekstrem.

Kecoa cyborg adalah serangga hidup yang dipasangi perangkat elektronik untuk mengendalikan pergerakannya. Sebelumnya, teknologi serupa telah digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk menjangkau lokasi yang sulit dijangkau oleh manusia.

Sebagai contoh, kecoa cyborg pernah dikerahkan setelah gempa bumi dahsyat di Myanmar pada Maret 2025. Keunggulan utama kecoa cyborg dibandingkan robot berukuran mikro adalah pada sistem penggeraknya yang memanfaatkan otot alami serangga, berbeda dengan robot mikro yang sangat bergantung pada baterai.

Kecoa cyborg yang digunakan dalam misi di Myanmar dikembangkan di laboratorium Hirotaka Sato, seorang profesor di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, yang juga merupakan penulis utama studi ini.

Komponen pakaian selam ini meliputi cangkang pelindung yang fleksibel, empat selang silikon yang terhubung ke spirakel, dan tangki oksigen transparan yang dicetak 3D. Oksigen dihasilkan dengan menaburkan mangan dioksida ke spons dalam tabung, kemudian menyuntikkan hidrogen peroksida encer yang bereaksi menghasilkan oksigen.

Tangki kemudian disegel menggunakan perekat khusus sinar ultraviolet untuk mencegah kebocoran. Umezu menambahkan bahwa tantangan teknis utama adalah merancang sistem yang kecil, ringan, dan fleksibel agar nyaman bagi serangga, namun tetap mampu memproduksi oksigen yang cukup untuk pergerakan bawah air dalam durasi lama.

Selang silikon menyalurkan oksigen ke spirakel dada, sementara spirakel perut yang lebih rendah menghirup oksigen yang tertampung di dalam baju pelindung.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.