bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Inalum Hemat Devisa Rp 7 Triliun hingga Rp 9 Triliun per Tahun

Redaksi 13 Oktober 2026 6 views
Inalum Hemat Devisa Rp 7 Triliun hingga Rp 9 Triliun per Tahun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menghemat devisa sekitar Rp 7 triliun hingga Rp 9 triliun per tahun karena tidak lagi mengimpor alumina untuk bahan baku produksi aluminium. Penghematan ini ditopang fasilitas pemurnian bauksit menjadi alumina di dalam negeri, bagian dari program hilirisasi mineral Grup MIND ID.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Inalum, Arif Haendra, mengatakan pasokan alumina domestik mengurangi ketergantungan perusahaan pada bahan baku dari luar negeri. Kini, Inalum mendapatkan alumina dari fasilitas pemurnian dalam ekosistem industri bauksit, alumina, dan aluminium nasional.

Pengembangan ekosistem tersebut dilakukan Inalum bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) di Mempawah, Kalimantan Barat. Kawasan itu memiliki enam proyek, yakni lima proyek Grup MIND ID dan satu proyek milik Pelindo.

Pasokan bijih bauksit untuk pengolahan berasal dari satu izin usaha pertambangan (IUP) ANTAM serta enam IUP milik anak perusahaan ANTAM. Bijih tersebut diproses di fasilitas Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) menjadi alumina untuk kebutuhan industri aluminium.

SGAR fase I telah beroperasi dengan kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun. Sekitar 550 ribu ton disediakan bagi Inalum berdasarkan perjanjian jangka panjang, sementara 450 ribu ton lainnya diperuntukkan bagi ekspor.

Inalum dan ANTAM juga menyiapkan SGAR fase II. Arif menyebut studi kelayakan yang memenuhi persyaratan perbankan atau bankable feasibility study (BFS) telah rampung dan proyek akan segera menuju keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID).

Pengembangan rantai industri bauksit, alumina, dan aluminium diharapkan memperkuat kemandirian pasokan bahan baku serta daya saing industri pengolahan nasional. Alumina dalam negeri juga menjadi modal bagi sektor pengguna aluminium, termasuk manufaktur kendaraan listrik, konstruksi, transportasi, dan kelistrikan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.