bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 02:07 WIB

Indonesia Fokus Pembangunan SDM: Kolaborasi 5 Tahun dengan UNICEF untuk Generasi Unggul

Redaksi 21 April 2026 11 views
Indonesia Fokus Pembangunan SDM: Kolaborasi 5 Tahun dengan UNICEF untuk Generasi Unggul
Ilustrasi: Indonesia Fokus Pembangunan SDM: Kolaborasi 5 Tahun dengan UNICEF untuk Generasi Unggul

bytedaily - Pemerintah Indonesia secara tegas menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama dalam agenda nasional, sebuah komitmen yang diperkuat melalui peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan United Nations Children's Fund (UNICEF) Periode 2026-2030. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengapresiasi langkah strategis ini, menegaskan bahwa fokus pada SDM telah menjadi perhatian sentral di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Kerja sama lima tahunan yang baru diluncurkan ini, yang dikenal sebagai Country Program Action Plan (CPAP) ke-13, merupakan kelanjutan dari kemitraan selama 60 tahun antara Indonesia dan UNICEF yang dimulai sejak penandatanganan Basic Cooperation Agreement (BCA). Selama periode sebelumnya, kolaborasi ini telah menghasilkan capaian signifikan dalam pemenuhan hak anak di berbagai sektor krusial seperti gizi, air bersih, sanitasi, kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan kebijakan sosial. Beberapa keberhasilan menonjol meliputi distribusi lebih dari 77 juta dosis vaksin COVID-19, pembentukan pusat keunggulan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta upaya pengembalian 105 ribu anak ke sistem pendidikan formal.

Program kerja sama 2026-2030 akan mencakup berbagai komponen penting, termasuk gizi, kesehatan, pendidikan, aksi iklim, lingkungan, air bersih, sanitasi, higiene, perlindungan anak, dan kebijakan sosial, yang semuanya didukung oleh koordinasi lintas sektor. Kepala BGN secara khusus menyoroti komitmen Badan Gizi Nasional dalam menjamin hak gizi anak sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun, dengan alokasi anggaran yang memadai. Hingga April 2026, lebih dari Rp60 triliun telah digelontorkan untuk intervensi gizi yang diharapkan menjangkau sekitar 62 juta anak, memastikan mereka mendapatkan gizi seimbang untuk tumbuh kembang yang optimal.