bytedaily - Dilansir dari bbc.com, industri bir di Inggris mengalami penurunan tajam, dengan jumlah perusahaan pembuat bir yang terus berkurang. Data dari Companies House menunjukkan bahwa tahun lalu 320 bisnis bir tutup, sementara hanya 170 yang dibuka, menghasilkan kerugian bersih sebanyak 150 perusahaan. Perkiraan industri bir juga menyebutkan sekitar dua pub tutup setiap hari pada kuartal pertama tahun 2026.
Jumlah perusahaan pembuat bir di Inggris per April 2026 turun menjadi 2.320, menurun dari puncaknya 2.594 pada tahun 2022. Situasi ini juga dirasakan di Burton-upon-Trent, kota yang dulunya merupakan pusat produksi bir Inggris, kini hanya menyisakan sedikit pabrik dari masa kejayaannya yang pernah memiliki lebih dari 30 pabrik.
Tim Webb dari Campaign for Real Ale (CAMRA) mengidentifikasi dominasi merek besar sebagai salah satu masalah utama. Ia menjelaskan bahwa akses pasar menjadi kendala bagi pabrik bir yang lebih kecil, terutama karena perusahaan besar menguasai jalur keran di pub-pub. Selain itu, pabrik bir kecil juga kesulitan bersaing di supermarket karena adanya praktik potong harga.
Meskipun dampak pandemi Covid-19 masih terasa, perubahan kebiasaan konsumen disebut sebagai faktor kunci. Sepuluh tahun lalu, industri bir Inggris justru mengalami lonjakan. Pada tahun 2017 saja, tercatat 317 pabrik bir baru didirikan. Namun, saat ini total pabrik bir di Inggris turun di bawah 2.000 untuk pertama kalinya sejak 2018, dengan 95 di antaranya sedang dalam proses administrasi, insolvensi, atau likuidasi.
James Clarke, generasi kelima pengelola Hook Norton Brewery, salah satu pabrik bir tertua di South East, melihat adanya perubahan besar dalam konsumsi, sikap, dan gaya hidup masyarakat. Ia menyatakan bahwa konsumsi bir di Inggris saat ini hanya separuh dari volume awal tahun 1990-an. Meskipun Hook Norton memproduksi bir setengah dari jumlah 15 tahun lalu, mereka menawarkan variasi yang lebih luas, termasuk kebangkitan minat pada gaya bir tradisional.
Webb menambahkan bahwa segmen pasar bir yang masih bertahan atau tumbuh adalah bir warisan (heritage beers), bir kerajinan (craft beers), dan jenis bir baru yang unik. Sementara itu, pasar bir lager yang bening dan berbusa terus mengalami penyusutan.
Untuk bertahan, banyak pabrik bir independen mencari cara untuk melakukan diversifikasi. Clarke menyebutkan bahwa Hook Norton menjadi salah satu yang pertama memiliki pusat pengunjung dan mikro-brewery di dalam pabrik utama. Andy Slee dari Society of Independent Brewers and Associates (Siba) menyatakan bahwa banyak anggotanya membuka taproom untuk menjual bir langsung ke konsumen. Ia menekankan pentingnya inovasi dan perubahan strategi agar tetap bertahan di tengah pasar bir yang terus menurun, meskipun permintaan bir independen relatif kuat.
Namun, para pembuat bir independen juga menghadapi beban pajak yang sangat tinggi.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.