Inflasi konsumen di Amerika Serikat melambat menjadi 2,4 persen secara tahunan pada September 2024, menurut data Indeks Harga Konsumen (CPI) terbaru yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS. Angka ini merupakan penurunan dari 2,5 persen pada Agustus, mendekati target 2 persen Federal Reserve (Fed) dan menandakan kemajuan signifikan dalam upaya penurunan inflasi pasca-pandemi COVID-19.
Inflasi inti CPI, yang mengecualikan makanan dan energi yang volatil, turun ke 3,3 persen dari 3,2 persen sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh melambatnya kenaikan harga perumahan (0,2 persen bulanan) dan penurunan harga bensin sebesar 0,4 persen. Analisis dari ekonom Federal Reserve Bank of St. Louis menunjukkan bahwa tren ini konsisten dengan model ekonometrik yang memprediksi soft landing ekonomi AS.
Implikasi kebijakan moneter semakin jelas: Ketua Fed Jerome Powell menyatakan pada konferensi Jackson Hole September lalu bahwa data seperti ini mendukung pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Pasar derivatif kini memprediksi pemotongan 25 basis poin pada pertemuan FOMC November 2024, dengan probabilitas 95 persen menurut CME FedWatch Tool.
Dalam konteks global, perlambatan inflasi AS ini kontras dengan tantangan di Eropa dan Asia, di mana ECB dan Bank of Japan masih bergulat dengan deflasi dan gejolak rantai pasok. Studi terbaru dari IMF dalam World Economic Outlook Oktober 2024 memproyeksikan pertumbuhan GDP AS 2,8 persen tahun ini, tertinggi di G7, didukung oleh ketenagakerjaan kuat dengan tambahan 254.000 pekerjaan pada September.