bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 21:08 WIB

Inflasi Energi Global Berpotensi Mendorong Kebangkitan Energi Terbarukan Lebih Cepat

Redaksi 01 Maret 2026 12 views
Inflasi Energi Global Berpotensi Mendorong Kebangkitan Energi Terbarukan Lebih Cepat
https://pixabay.com/get/g204df4a086b24852a1ef2ea3a8e1bf5dc7912c331fe1d995468107245b8fb2d12cf8ed558a9049157814c83b90b1cb97c4b7bc475bebeea3c66a3b05356cf18a_1280.jpg
bytedaily -

Volatilitas harga komoditas energi fosil yang terus meningkat di pasar global kini menjadi katalisator tak terduga bagi percepatan transisi energi terbarukan. Sebuah laporan terbaru dari think tank energi internasional menyoroti bahwa biaya energi yang tidak stabil, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan masalah rantai pasok, secara efektif menaikkan 'harga risiko' investasi jangka panjang pada bahan bakar konvensional.

Menurut Dr. Lintang Sari, seorang ekonom energi senior, meskipun kenaikan harga energi saat ini menyakitkan bagi konsumen, hal ini secara signifikan meningkatkan daya saing proyek energi surya dan angin. "Ketika harga kontrak gas alam melonjak 40% dalam enam bulan terakhir, biaya awal (CapEx) untuk instalasi panel surya yang penurunan harganya stabil terlihat jauh lebih menarik daripada biaya operasional (OpEx) bahan bakar fosil yang tidak dapat diprediksi," ujar Dr. Sari dalam konferensi pers virtual kemarin.

Data menunjukkan bahwa kuartal ketiga tahun ini mencatat rekor investasi baru dalam kapasitas pembangkit listrik bersih, melampaui ekspektasi analis sebesar 15%. Sektor manufaktur, yang merupakan konsumen energi besar, dilaporkan mulai mengalokasikan lebih banyak dana untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (Rooftop Solar) sebagai strategi lindung nilai (hedging) terhadap fluktuasi harga energi di jaringan nasional.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa percepatan ini tidak datang tanpa tantangan. Ketergantungan pada mineral kritis seperti litium, kobalt, dan nikel untuk baterai penyimpanan energi juga meningkatkan isu baru terkait rantai pasok dan keberlanjutan pertambangan. Pemerintah didesak untuk segera membuat kebijakan insentif yang mendukung inovasi penambangan berkelanjutan dan daur ulang baterai untuk memastikan transisi energi yang benar-benar tangguh dan ramah lingkungan.