bytedaily - Jakarta - Para analis ekonomi global memprediksi bahwa inflasi akan mulai mereda pada tahun 2026, membuka peluang untuk pemotongan suku bunga secara bertahap oleh bank sentral utama. Proyeksi ini memberikan harapan bagi pelaku usaha yang telah berjuang menghadapi tekanan harga selama beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) global diperkirakan tetap stabil pada level 2.8%, menunjukkan outlook yang solid meskipun tidak spektakuler. Stabilitas ini didukung oleh pemulihan pasca-pandemi yang berkelanjutan, meski tantangan seperti ketidakpastian geopolitik masih mengintai.
Namun, kebijakan perdagangan dan dampak tarif yang diterapkan oleh berbagai negara akan terus memengaruhi tren ekonomi secara keseluruhan. Para pakar menekankan perlunya koordinasi internasional untuk memitigasi risiko proteksionisme yang bisa menghambat alur perdagangan global.
Dengan kondisi ini, investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan moneter dari Federal Reserve dan ECB, yang kemungkinan akan memimpin arah suku bunga. Ekonomi Indonesia juga diharapkan mendapat manfaat tidak langsung dari tren global yang lebih moderat ini.