bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Antariksa Jepang (JAXA) sukses melakukan uji coba teknologi pertahanan planet melalui wahana antariksa Hayabusa2. Pada Minggu (5/7), Hayabusa2 melakukan manuver terbang lintas (flyby) di dekat asteroid Torifune, sebuah asteroid yang berada di orbit dekat Bumi.
Manuver ini bertujuan untuk menguji kemampuan presisi wahana seukuran kulkas tersebut dalam mengendalikan lintasannya. JAXA merencanakan Hayabusa2 melintas sekitar 1 kilometer dari pusat asteroid Torifune dengan kecepatan 5 kilometer per detik. Tujuan utamanya bukan untuk menabrak, melainkan untuk menilai kesiapan teknologi yang kelak bisa digunakan untuk membelokkan arah asteroid berbahaya agar tidak menabrak Bumi.
Juru bicara JAXA mengonfirmasi bahwa manuver berjalan lancar dan wahana Hayabusa2 berfungsi normal. Rekaman dari ruang kendali JAXA menunjukkan para ilmuwan merayakan keberhasilan misi tersebut. Tingkat kesulitan misi ini digambarkan sangat tinggi, setara dengan menembak koin dari jarak yang sangat jauh.
Selain menguji kemampuan kendali, kamera pada Hayabusa2 juga merekam data permukaan asteroid, termasuk fitur geografis, tekstur, dan suhu. Informasi ini sangat krusial untuk pengembangan strategi pertahanan planet. JAXA menegaskan bahwa misi ini bukan didasari ancaman asteroid yang nyata, melainkan sebagai bagian dari upaya global mengidentifikasi, memantau, dan mengambil langkah mitigasi terhadap potensi tabrakan asteroid di masa depan, sejalan dengan agenda PBB.
Uji coba ini menyusul keberhasilan misi serupa yang dilakukan oleh NASA pada tahun 2022, yang berhasil mengubah orbit asteroid Dimorphos. Para ahli antariksa, seperti Patrick Michel dari European Space Agency (ESA), menekankan pentingnya data visual dari wahana antariksa untuk memahami karakteristik asteroid, yang akan menentukan metode defleksi yang paling efektif.
Hayabusa2 sendiri bukanlah wahana baru dalam eksplorasi asteroid. Diluncurkan pada Desember 2014, wahana ini sebelumnya telah berhasil mendarat dan mengumpulkan sampel dari asteroid Ryugu. Misi tersebut menghasilkan pencapaian signifikan, termasuk pembuatan kawah buatan dan pengembalian sampel berharga yang memberikan wawasan tentang pembentukan tata surya. Setelah misi Torifune, Hayabusa2 dijadwalkan untuk melakukan rendezvous dengan asteroid 1998 KY26 pada tahun 2031.