bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 03:45 WIB

Kapal Pesiar Oceania Vista Bawa 400 Turis Asing, Kupang Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Redaksi 20 April 2026 27 views
Kapal Pesiar Oceania Vista Bawa 400 Turis Asing, Kupang Siap Dongkrak Ekonomi Lokal
Ilustrasi: Kapal Pesiar Oceania Vista Bawa 400 Turis Asing, Kupang Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

bytedaily - Sebanyak 400 wisatawan mancanegara (wisman) yang tiba di Pelabuhan Tenau Kupang pada Senin, 20 April 2026, melalui kapal pesiar Oceania Vista, dijadwalkan untuk menjelajahi keindahan alam, kekayaan budaya, dan kuliner khas Kota Kupang serta Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kedatangan rombongan turis internasional ini diharapkan memberikan stimulus signifikan bagi perekonomian daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Doris Rihi, menjelaskan bahwa dari total sekitar 1.600 penumpang di kapal tersebut, 400 orang di antaranya telah memilih Kupang sebagai destinasi mereka. Para wisman ini akan dibagi dalam dua kelompok: satu grup akan fokus pada destinasi di Kota Kupang, sementara grup lainnya akan diarahkan ke Kabupaten Kupang. Objek wisata yang disiapkan meliputi kuliner ikonik seperti daging Se'i di Desa Baun dan situs budaya Rumah Raja Koroh di Kabupaten Kupang. Sementara di Kota Kupang, mereka akan mengunjungi Dapur NTT di Dekranasda untuk mencicipi kuliner dan berbelanja tenun, serta menikmati keindahan Pantai Lasiana.

Penyambutan meriah telah disiapkan, termasuk tarian Hegong dari Kabupaten Sikka yang turut diikuti oleh beberapa wisatawan. Pemerintah Provinsi NTT juga telah menyediakan fasilitas transportasi memadai berupa sekitar 12 bus pariwisata dan kendaraan travel. Doris Rihi menekankan bahwa kehadiran kapal pesiar seperti Oceania Vista menjadi bukti meningkatnya pengenalan pariwisata di Pulau Timor, NTT. Ia optimis bahwa pengalaman positif para turis ini akan menjadi promosi alamiah yang menarik lebih banyak kunjungan di masa mendatang, sekaligus menegaskan bahwa potensi wisata NTT tidak hanya terbatas pada Labuan Bajo dan Pulau Komodo, tetapi juga tersebar luas di berbagai wilayah lain, termasuk Pulau Timor.