bytedaily - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Halal Sidoarjo memproyeksikan mampu menarik investasi senilai Rp97,8 triliun hingga tahun 2054. Proyeksi ambisius ini disampaikan PT Makmur Berkah Amanda Tbk, salah satu pengusul utama KEK tersebut. Lebih dari sekadar nilai investasi, kawasan ini juga diprediksi akan membuka lebih dari 300 ribu peluang kerja, menegaskan peran strategisnya dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia di pasar industri halal global.
Direktur Utama Makmur Berkah Amanda, Adi Saputra Tedja Surya, menyoroti potensi besar KEK Industri Halal Sidoarjo di tengah pergeseran rantai pasok global dan dinamika geopolitik. Indonesia, dengan keunggulan demografi Muslim dan sistem sertifikasi halal yang kuat, semakin diminati sebagai basis produksi alternatif bagi investor global. KEK Sidoarjo dirancang untuk menjadi hub industri halal internasional, menjembatani investor dari Timur Tengah, Asia, hingga Barat, sekaligus menawarkan stabilitas regulasi dan kepastian hukum yang dicari para pelaku usaha.
Dengan luas lahan 796,65 hektare di Sidoarjo, Jawa Timur, KEK ini akan menjadi ekosistem terintegrasi yang mencakup seluruh rantai nilai industri halal, mulai dari produksi, pengolahan, logistik, hingga distribusi, semuanya berbasis standar halal yang ketat. Selain sektor manufaktur, kawasan ini juga membuka ruang bagi industri jasa pendukung seperti keuangan dan layanan lainnya yang berorientasi pada prinsip syariah. Dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, Dewan Nasional KEK, dan BPJPH, serta pengalaman Makmur Berkah dalam mengelola kawasan industri selama dua dekade, menjadi modal kuat untuk mewujudkan visi KEK Industri Halal Sidoarjo sebagai pusat keunggulan industri halal nasional yang berdaya saing global.