bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 00:30 WIB

Kekhawatiran Biaya Hidup Picu Lonjakan Penggunaan Bank Makanan dan Migrasi Warga di Jersey

Redaksi 15 Mei 2026 10 views
Kekhawatiran Biaya Hidup Picu Lonjakan Penggunaan Bank Makanan dan Migrasi Warga di Jersey
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, kekhawatiran mengenai biaya hidup yang terus meningkat menjadi isu utama di St Helier Central, Jersey. Data menunjukkan bahwa jumlah keluarga di Jersey yang menggunakan bank makanan telah meningkat tiga kali lipat dalam empat tahun terakhir. Selain itu, anggota komunitas Portugis di pulau tersebut melaporkan bahwa banyak dari mereka memilih untuk kembali ke Portugal dan Madeira akibat tingginya biaya hidup.

Kekhawatiran ini diungkapkan saat BBC mewawancarai para pemilih di St Helier Central, distrik terpadat kedua dengan 12.500 penduduk, menjelang pemilihan umum Jersey tahun 2026. Patrick Lynch, kepala Caritas Jersey, sebuah badan amal yang mendukung warga pulau yang rentan, menyatakan bahwa menjelang pemilihan terakhir pada tahun 2022, bank makanan yang dikelola oleh St Vincent De Paul melayani 195 keluarga. Kini, jumlah tersebut melonjak menjadi 650 keluarga.

Lynch menjelaskan bahwa inflasi dan suku bunga yang meningkat pada tahun 2022 dan 2023 menyebabkan kenaikan biaya sewa sebesar 20-30%. Akibatnya, individu dengan upah rendah yang sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan bulanan kini tidak lagi sanggup. "Oleh karena itu, satu-satunya pilihan adalah pergi ke bank makanan karena secara harfiah tidak ada lagi yang tersisa di rekening bank," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa biaya hidup telah menjadi "frasa populer" dalam pemilihan, namun belum ada solusi konkret yang ditawarkan. Caritas Jersey menyerukan kepada semua kandidat untuk berkomitmen memperkenalkan upah layak (living wage) selama masa jabatan majelis mendatang. Menurut Lynch, kenaikan upah layak sebesar £1,51 per jam untuk pekerja 40 jam seminggu dapat menjadi pembeda antara mampu atau tidak mampu memenuhi kebutuhan bulanan.

Sebagai informasi, upah layak di Jersey meningkat menjadi £15,10 pada Januari 2026, sementara upah minimum naik menjadi £13,59 pada April 2026.

Claudia Alves, seorang advokat komunitas yang lahir di Madeira, mengungkapkan bahwa sebagian besar komunitas Portugis kini meninggalkan Jersey dan kembali ke Madeira, sebagian besar karena biaya hidup yang tinggi. "Biaya di Jersey, terutama akomodasi dan makanan, telah meroket dalam dekade terakhir dan orang-orang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan," katanya.

Alves melihat pergeseran pandangan komunitasnya terhadap Jersey. Jika pada era 70-an, 80-an, dan 90-an datang ke Jersey merupakan simbol pemberdayaan karena potensi penghasilan yang lebih tinggi, kini pandangan itu berubah. "Di Madeira ada peningkatan ketersediaan lapangan kerja, yang berarti orang sekarang melihat masa depan di kampung halaman, yang tidak mereka lihat beberapa tahun lalu, dan mereka tidak melihat masa depan di Jersey, jadi itulah pergeserannya," jelasnya.

Selain itu, Brexit juga berdampak pada komunitas tersebut. "Bisnis kesulitan merekrut staf dan dengan pembatasan yang diberlakukan pasca-Brexit, semakin sulit untuk mempekerjakan orang yang bukan penduduk Jersey," kata Alves. Ia menambahkan bahwa karena banyak warga Portugis kini kembali ke Portugal, menjadi sulit untuk menggantikan staf restoran, konstruksi, dan kebersihan.

Seorang warga St Helier Central, Patricia Czapka, menyatakan bahwa tekanan biaya hidup membuatnya mempertimbangkan untuk pindah ke Inggris, terutama karena tingginya biaya perumahan. "Suatu hari saya ingin memiliki rumah, bukan hanya sewaan. Saya ingin bisa bersantai di rumah saya sendiri, saya ingin bisa mengecat dinding, memiliki taman, memiliki tempat parkir pribadi saya sendiri, saya hanya ingin bisa hidup dengan tenang," tuturnya.

Pemilihan umum Jersey dijadwalkan pada Minggu, 7 Juni.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.