bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Perdagangan memfasilitasi sertifikasi barcode bagi produk pangan kemasan dan produk kecantikan dari 50 UMKM. Program yang bekerja sama dengan GS1 Indonesia ini ditujukan untuk membantu produk lokal masuk ke ritel modern sekaligus mendorong peningkatan kualitasnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, sejumlah UMKM memiliki produk berkualitas, tetapi menghadapi kendala dalam penjualan. Barcode diharapkan memudahkan produk mereka diterima oleh peritel.
Budi menjelaskan, barcode membantu peritel menghubungkan produk dengan sistem inventori dan distribusi serta mengurangi kesalahan pencatatan. Berdasarkan informasi dari Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), hampir 80 persen produk yang mengisi ritel saat ini merupakan produk lokal.
Menurut Budi, Indonesia memiliki sekitar 50.000 gerai ritel swalayan. Ia menyebut, semakin banyak produk lokal yang mengisi pasar dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Selain fasilitasi barcode, Kemendag juga berupaya meningkatkan kualitas produk lokal, antara lain melalui bimbingan digitalisasi. Pemerintah berharap jumlah UMKM penerima fasilitas tersebut bertambah agar lebih banyak produk lokal dapat masuk ke ritel modern, termasuk minimarket dan department store.