bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat pengawasan dan penegakan hukum transportasi darat melalui teknologi digital serta penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, langkah tersebut ditujukan untuk mencegah risiko kecelakaan sejak awal.
Aan menyebut keselamatan transportasi darat dipengaruhi sejumlah hal, antara lain kondisi kendaraan, kemampuan pengemudi, jadwal operasional, dan pengelolaan perusahaan. Ia menyampaikan hal itu saat membuka diskusi kelompok terarah bertema penguatan ekosistem keselamatan transportasi darat untuk mobilitas berkelanjutan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (13/10).
Menurut Aan, upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan penindakan, tetapi juga pada pengurangan potensi kecelakaan dan jumlah korbannya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah uji coba pengawasan digital terhadap angkutan barang menggunakan teknologi ETLE HUB.
Kemenhub juga menyosialisasikan SMK PAU agar diterapkan oleh perusahaan angkutan umum. Aan menyatakan keselamatan perlu dikelola sejak awal hingga akhir proses, dan menjadi tanggung jawab bersama.
Tenaga Ahli Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Emil Iskandar menjelaskan, ETLE HUB dapat mendeteksi pelanggaran melalui rekaman elektronik weigh in motion (WIM) dan automatic number plate recognition (ANPR). Sistem ini juga mengidentifikasi kendaraan melalui integrasi dengan BLUe dan e-manifest surat muatan barang, memvalidasi data kendaraan, serta mendukung konfirmasi dan penegakan hukum atas pelanggaran kendaraan over dimension over loading (ODOL) oleh PPNS dan Polri.
Emil mengatakan penegakan hukum melalui sistem tersebut diharapkan menimbulkan efek jera. Tindak lanjut ke depan dapat mencakup pemblokiran STNK dan OSS, serta pembatasan akses ke pelabuhan dan jalan tol.
Uji coba ETLE HUB menjadi bagian dari tahapan menuju target Zero ODOL 2027. Berdasarkan data periode 11 September hingga 8 Oktober 2026, sistem tersebut mencatat 79.414 deteksi.
Aan menegaskan, penguatan keselamatan transportasi darat membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong pencegahan risiko dan mendukung terwujudnya transportasi darat yang lebih aman serta berkelanjutan.