bytedaily
Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:28 WIB

Kementan Targetkan Distribusi 11 Ribu Pompa Air di 2026 untuk Jaga Ketahanan Pangan

Redaksi 10 Juli 2026 1 views
Kementan Targetkan Distribusi 11 Ribu Pompa Air di 2026 untuk Jaga Ketahanan Pangan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana menyalurkan 11 ribu unit pompa air pada tahun 2026 sebagai upaya antisipasi dampak musim kemarau. Program pompanisasi ini bertujuan memastikan pasokan air bagi lahan pertanian demi menjaga produksi pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah mengambil langkah proaktif sebelum kekeringan meluas, menjadikan penyediaan sumber air melalui pompanisasi sebagai strategi utama untuk mempertahankan produktivitas pertanian. "Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam," ujar Amran.

Program pompanisasi terus diperluas ke berbagai daerah. Kementan telah mendistribusikan 80.158 unit pompa air kepada petani di seluruh Indonesia antara tahun 2023 hingga 2025. Untuk tahun 2026, target penyaluran tambahan sebanyak 11 ribu unit pompa air akan dilakukan guna memperkuat ketahanan produksi pangan selama musim kemarau.

Sebagai bagian dari program ini, Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, bersama Dinas Pertanian Kabupaten Subang dan penyuluh pertanian, telah melakukan identifikasi di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang. Identifikasi ini dilakukan untuk mempersiapkan langkah penanganan cepat terhadap ancaman kekeringan.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa beberapa desa di Kecamatan Cipunagara memerlukan tambahan irigasi perpompaan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi yang tengah memasuki fase pertumbuhan. Kementan merencanakan bantuan berupa delapan unit pompa air yang akan dibangun secara bertahap.

Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Wilayah I Bandung, Hamid Sangadji, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap laporan ancaman kekeringan di sentra produksi padi. "Kami menindaklanjuti informasi mengenai dampak kekeringan ini dengan melakukan respons cepat bersama Dinas Pertanian dan penyuluh wilayah Kabupaten Subang untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan. Terhadap tiga hingga empat desa yang kami kunjungi di dua kecamatan, akan diupayakan bantuan sebanyak delapan unit irigasi perpompaan. Pelaksanaannya dimulai secara bertahap mulai besok dan dilanjutkan pada minggu-minggu berikutnya," kata Hamid.

Hamid menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian terus memetakan wilayah yang mengalami atau berpotensi terdampak kekeringan hingga puncak musim kemarau pada Agustus. Pemetaan ini penting agar bantuan dapat segera disalurkan dan risiko gagal panen dapat diminimalkan.

Di Desa Manyingsal, pompa air dipilih sebagai solusi karena ketiadaan sumber air permukaan. Pemerintah akan memulai survei geolistrik untuk menentukan titik sumber air sebelum melakukan pengeboran sumur dan pembangunan jaringan irigasi perpompaan. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan musim tanam tahun ini, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang untuk menghadapi musim kemarau dan mendukung target swasembada pangan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.