bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga dengan baik pada Juni 2026. Hal ini ditunjukkan oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada di zona optimistis, yaitu di atas angka 100, dengan pencapaian 117,8.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, terjaganya keyakinan konsumen pada periode tersebut didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 109,2 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 126,4. Meskipun kedua indeks tersebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (IKE 112,2 dan IEK 129,7), keduanya tetap berada dalam kategori optimistis.
Ramdan menambahkan bahwa BI tidak hanya berupaya menjaga stabilitas, tetapi juga aktif mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu fokus BI adalah memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar penting bagi perekonomian nasional dan penciptaan lapangan kerja, agar UMKM semakin berdaya saing.
Selain itu, BI juga mempercepat penyaluran kredit dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah, otoritas terkait, perbankan, dan pelaku usaha. Upaya ini didukung oleh Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang bertujuan memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan bagi dunia usaha. Tercatat, kredit perbankan tumbuh 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026, meningkat dari 9,69 persen yoy pada akhir 2025. BI meyakini peningkatan pembiayaan sektor produktif ini akan memperkuat aktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Ke depannya, BI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan bauran kebijakannya serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta mendukung penciptaan lapangan kerja.