bytedaily
Rabu, 08 Juli 2026 - 13:37 WIB

MIND ID Grup Sukses Daur Ulang Lebih dari 1 Juta Ton Material Sisa Pertambangan

Redaksi 08 Juli 2026 1 views
MIND ID Grup Sukses Daur Ulang Lebih dari 1 Juta Ton Material Sisa Pertambangan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, MIND ID Grup telah mengimplementasikan ekonomi sirkular di sektor pertambangan dengan berhasil memanfaatkan lebih dari 1 juta ton material sisa melalui skema penggunaan kembali, daur ulang, dan pemulihan. Inisiatif ini berkontribusi pada penurunan timbulan limbah padat sebesar 11,3 persen secara tahunan.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025, sebanyak 82.876 ton limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) serta 946.733 ton limbah padat non-B3 berhasil dialihkan dari pembuangan akhir. Total material sisa yang dimanfaatkan sepanjang tahun ini mencapai lebih dari 1 juta ton. Akibatnya, total timbulan limbah padat MIND ID Grup mengalami penurunan dari 1.306.835,91 ton pada tahun 2024 menjadi 1.159.049,16 ton pada tahun 2025.

Penurunan timbulan limbah terjadi pada kedua kategori utama. Limbah padat B3 menurun dari 270.478,08 ton menjadi 208.441,10 ton, sementara limbah padat non-B3 berkurang dari 1.036.357,83 ton menjadi 950.608,06 ton. Tren penurunan timbulan limbah ini juga tercatat konsisten selama tiga tahun terakhir, dengan total limbah padat MIND ID Grup berturut-turut menurun dari 1.396.034,05 ton pada tahun 2023, menjadi 1.306.835,91 ton pada tahun 2024, dan 1.159.049,16 ton pada tahun 2025.

Selain limbah padat, laporan tersebut juga mencatat timbulan limbah cair B3 sebesar 4.764,52 ton sepanjang tahun 2025, yang meliputi oli bekas, minyak bekas, oil sludge, solar bekas, grease bekas, dan bahan kimia kedaluwarsa.

Menanggapi capaian ini, Pakar Energi Departemen Teknik Sistem Energi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Eko Adhi Setiawan, menekankan pentingnya sistem pengelolaan limbah yang terstruktur sebagai fondasi praktik pertambangan yang baik. Menurutnya, setiap jenis limbah, baik B3 maupun non-B3, memerlukan jejak pengelolaan yang jelas mulai dari asal, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, hingga bukti akhir pengelolaan.

Eko menambahkan bahwa pendekatan pemanfaatan material sisa menunjukkan pergeseran orientasi pengelolaan limbah dari sekadar pembuangan akhir menjadi optimalisasi material yang masih memiliki nilai ekonomi. Ia berpendapat bahwa klasifikasi limbah diperlukan untuk membedakan material yang harus dikendalikan secara ketat, yang dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, dipulihkan nilainya, maupun yang benar-benar harus dibuang.

Pendekatan ini tercermin dalam berbagai inisiatif anggota MIND ID, seperti pemanfaatan slag nikel oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) sebagai bahan konstruksi POTON untuk road base, yard base, dan konstruksi internal. ANTAM juga mengolah tailing emas menjadi Green Fine Aggregate (GFA).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.