bytedaily
Rabu, 08 Juli 2026 - 14:49 WIB

Rupiah Bergerak Melemah Dekati Rp 18.000 Akibat Gejolak Timur Tengah

Redaksi 08 Juli 2026 3 views
Rupiah Bergerak Melemah Dekati Rp 18.000 Akibat Gejolak Timur Tengah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, nilai tukar rupiah pada Rabu pagi tercatat melemah 4 poin atau 0,02 persen, diperdagangkan pada level Rp 17.984 per dolar AS. Posisi ini merupakan pelemahan dari penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp 17.980 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa eskalasi geopolitik di Timur Tengah berpotensi memberikan tekanan terhadap rupiah. Ia mengutip laporan Sputnik mengenai serangan balasan Amerika Serikat ke Iran sebagai respons atas insiden penyerangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Sebelumnya, pada Selasa (7/7/2026), dilaporkan bahwa sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz setelah mencoba melintas dengan dukungan Angkatan Laut AS.

Di sisi lain, sentimen positif datang dari peningkatan cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS, naik 700 juta dolar AS dibandingkan akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dolar AS. Kenaikan ini terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, meskipun terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI akibat ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa akhir Juni 2026 tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, yang masih berada di atas standar kecukupan internasional.

Lukman menambahkan bahwa pasar juga masih menantikan rilis indeks kepercayaan konsumen yang diperkirakan akan naik ke angka 125 pada siang hari. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, pergerakan rupiah diprediksi berada dalam rentang Rp 17.950 hingga Rp 18.050 per dolar AS.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.