bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, pembalap muda Kimi Antonelli kembali menunjukkan performa impresif dengan meraih kemenangan di Grand Prix Miami, Minggu (5/5/2024). Kemenangan ini merupakan yang ketiga berturut-turut bagi Antonelli, yang baru berusia 19 tahun.
Dengan hasil tersebut, Antonelli semakin memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara Formula 1, unggul 20 poin dari rekan setimnya di Mercedes, George Russell. Keunggulan ini setara dengan selisih lima poin dari satu putaran balapan penuh.
Meskipun tim-tim lain seperti McLaren, Ferrari, dan Red Bull membawa paket peningkatan performa signifikan ke Miami, Mercedes yang menggunakan mobil tanpa peningkatan terbukti masih mampu bersaing. Antonelli berhasil meraih posisi pole dengan catatan waktu lebih cepat sepersepuluh detik dari Max Verstappen dari Red Bull. Lando Norris dari McLaren, yang memenangkan balapan sprint, hanya mampu start dari posisi keempat.
Balapan utama di Sirkuit Miami sempat tertunda beberapa jam karena ancaman petir, meskipun hujan yang sempat dikhawatirkan tidak kunjung turun. Antonelli yang sempat mengalami start buruk, seperti pada balapan sebelumnya, harus berjuang dari posisi kedua setelah Verstappen melakukan kesalahan di tikungan pertama. Charles Leclerc dari Ferrari sempat memimpin balapan.
Namun, kepemimpinan Leclerc terganggu oleh periode safety car akibat insiden yang melibatkan Isack Hadjar (Red Bull) dan Liam Lawson (Racing Bull) yang menyebabkan Pierre Gasly (Alpine) terbalik. Setelah restart, Norris berhasil menyalip Leclerc, namun Antonelli kemudian mengambil alih posisi terdepan melalui strategi pit stop.
Antonelli mendominasi paruh kedua balapan dan berhasil finis pertama. Sementara itu, Leclerc yang mencoba menyalip Oscar Piastri untuk memperebutkan posisi ketiga pada lap terakhir justru melakukan kesalahan dan finis di luar zona poin setelah mendapat penalti 20 detik. Ia harus puas finis di posisi kedelapan.
Kemenangan Mercedes ini dapat menjadi sinyal yang kurang baik bagi para rivalnya, mengingat tim tersebut berencana membawa paket peningkatan performa pada seri berikutnya di Kanada. Antonelli sendiri masih memiliki ruang untuk berkembang, terutama dalam hal start balapan. Meskipun telah meraih tiga kemenangan beruntun dari tiga pole position pertamanya, ia harus berjuang keras untuk kembali ke posisi terdepan akibat start yang kurang optimal. Jika ia mampu memperbaiki performa startnya, ia diprediksi akan menjadi lawan yang sulit dikalahkan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.