bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Klarifikasi: Gerhana Matahari Total 2026 Tidak Terlihat di Indonesia

Redaksi 02 Agustus 2026 11 views
Klarifikasi: Gerhana Matahari Total 2026 Tidak Terlihat di Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: afu.id)

bytedaily - Melansir laporan dari afu.id, informasi mengenai Gerhana Matahari Total yang akan menyebabkan Bumi gelap pada 2 Agustus 2026 tidak akurat berdasarkan kalender astronomi. Tidak ada gerhana matahari yang dijadwalkan terjadi pada tanggal tersebut.

Berita yang beredar, seringkali disertai narasi tentang langit yang menjadi gelap di siang hari, diduga merupakan daur ulang dari klaim serupa yang pernah dibantah oleh Kementerian Komunikasi dan Digital terkait gerhana pada tahun 2025. Informasi yang lebih tepat menunjukkan bahwa Gerhana Matahari Total terdekat akan terjadi pada 12 Agustus 2026, namun fenomena ini tidak akan dapat disaksikan dari Indonesia.

Menurut data dari NASA yang dikutip afu.id, Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 akan melintasi wilayah Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Spanyol, dan sebagian Eropa. Fase total terlama dari gerhana ini diperkirakan berlangsung sekitar dua menit 18 detik di bagian utara Bumi. Indonesia tidak termasuk dalam jalur totalitas maupun wilayah yang dapat mengamati fase sebagian dari gerhana ini.

Selain itu, pada tanggal 12 Agustus 2026, wilayah Indonesia sudah memasuki malam hari pada 13 Agustus 2026. Dikarenakan Matahari sudah berada di bawah horizon, masyarakat di Indonesia tidak akan menyaksikan perubahan bentuk Matahari atau kegelapan langit akibat gerhana. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menghentikan aktivitas atau mengantisipasi kegelapan pada tanggal 2 atau 12 Agustus.

Tanggal 2 Agustus yang kerap disebut dalam informasi yang beredar sebenarnya merujuk pada Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tahun 2027. Jalur totalitas gerhana tersebut akan melintasi sebagian Eropa selatan, Afrika Utara, dan kawasan Timur Tengah sebelum bergerak menuju Samudra Hindia. Fase total terlama dari gerhana 2027 ini diperkirakan mencapai sekitar enam menit 23 detik, lebih lama dibandingkan gerhana tahun 2026.

Meskipun Gerhana Matahari Total 2027 termasuk fenomena astronomi yang signifikan, gerhana ini juga tidak akan melintasi wilayah Indonesia. Untuk menyaksikan fase total, pengamat harus berada di jalur bayangan inti bulan yang lebarnya hanya beberapa ratus kilometer. Wilayah di luar jalur tersebut hanya berpotensi menyaksikan gerhana sebagian atau tidak sama sekali.

Indonesia baru akan kembali dilintasi jalur Gerhana Matahari Total pada 20 April 2042.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media afu.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.