bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memaparkan konsep dan ekosistem ekonomi serta keuangan syariah Indonesia di Harvard University. Materi bertajuk “Introduction to Islamic Economy and Finance: Concepts, Ecosystem, and Indonesia's Experience” disampaikan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat.
Emir menjelaskan, ekonomi dan keuangan syariah mencakup sektor keuangan maupun sektor riil. Pengembangannya berlandaskan prinsip keadilan, keseimbangan, kemaslahatan, dan keberlanjutan.
Di Indonesia, KNEKS bertugas mengorkestrasi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional. Salah satu fondasi ekosistem tersebut adalah Halal Value Chain (HVC).
Pada kuartal I 2026, HVC berkontribusi sebesar 26,07 persen terhadap PDB, setara Rp1.613 triliun. Sektor ini tumbuh 6,8 persen secara tahunan, ditopang antara lain oleh pertanian, makanan dan minuman halal, fesyen, serta pariwisata.